"Menurut saya sih sistem pemilihan langsung itu sangat baik, idealnya begitu. Tetapi tentu saja di tengah masyarakat yang siap, dari segi ekonomi, dari segi pendidikan," ujar Mahyudin usai melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Samarinda, Kalimantan Timur, seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/11/2018).
Politisi Partai Golkar itu menganggap masyarakat Indonesia belum siap untuk menghadapi Pemilu langsung di tengah kondisi ekonomi yang belum terlalu baik.
"Mungkin saat ini kita belum terlalu siap ketika pendapatan per kapita kita berkisar 3.500 Dollar per kapita. Ya mungkin menarik ketika pendapatan kita di atas 10.000 Dollar seperti negara-negara maju," ucapnya.
Oleh karena itu, Mahyudin menegaskan perlunya pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat tidak tergoda untuk terlibat dalam money politic selama berlangsungnya pesta Pemilu 2019.
"Yang harus dilakukan adalah bagaimana pemerintah menggenjot pertumbuhan yang tinggi. Supaya kita bisa menjadi negara yang maju, ditandai dengan pendapatan per kapita yang tinggi," papar Mahyudin.


Mahyudin (liputan6)[/caption]
-(90-x-10-cm)_20260319_052631_0000.png)




_20251106_112813_0000.gif)