Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Bali Siapkan Saksi Berlipat di Pileg/Pilpres 2019
  Kabar Golkar   05 November 2018
Kabar Golkar - Penghitungan di Pileg/Pilpres 2019 yang menjadikan
proses pemilu paling krusial membuat partai politik siapkan diri mengawal suara di TPS. Partai Golkar menyiapkan saksi berlipat yang akan bekerja bergiliran, karena penghitungan suara di TPS diperkirakan memakan waktu sampai dinihari. Saksi berlipat ini untuk jaga- jaga pengawalan suara secara maraton. Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2019 DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya di Denpasar, Minggu (4/11) mengatakan ada 12.215 TPS yang akan disiapkan KPU Bali dalam Pileg/Pilpres 2019 mendatang. Golkar mengestimasi siapkan saksi 2 orang di setiap TPS. Sehingga membutuhkan saksi 24.430 saksi di setiap TPS. “Kami siapkan minimal 2 orang saksi di TPS yang bekerja bergantian. Jadi lipat gandakanlah personelnya, supaya penghitungan suara di TPS terkawal. Berebut suara di akar rumput boleh saja tajam, namun ketika suara di TPS hilang sia-sia tidak terkawal kerja kita jadi mubazir,” ujar politisi senior Golkar yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali ini. Menurut Wijaya kalau suara di TPS tidak terkawal akan berdampak pada perolehen kursi dan kemenangan partai. Pengawalan suara di TPS dengan mengerahkan saksi berlipat ini karena proses penghitungan suara di TPS akan memakan waktu sampai dinihari. “Kalau kita tidak siapkan minimal 2 orang saksi, dengan proses penghitungan yang panjang nanti, saksi kelelahan maka sangat riskan kehilangan suara. Siapa jamin tidak terjadi kecurangan,” tegas Wijaya. Pada Pileg/Pilpres 2019 nanti ada 5 surat suara yang akan dicoblos pemilih. Surat suara untuk pemilihan Presiden, surat suara untuk pemilihan DPD, surat suara untuk Pemilihan DPR RI, surat suara untuk pemilihan DPRD Provinsi, dan surat suara untuk pemilihan DPRD kabupaten/kota. KPU Bali memprediksi proses penghitungan suara di TPS bisa lebih dari 12 jam, bahkan memasuki dini hari pasca pencoblosan. Saat ini parpol dan penyelenggara pemilu (KPU) serta Bawaslu (pengawas) berlomba merekrut orang untuk bertugas di 12.215 TPS. Sementara Partai Demokrat juga instruksikan pengawalan suara di TPS secara ketat pada proses penghitungan suara di TPS. Wasekjen DPP Demokrat/Korwil Bali, Putu Supadma Rudana di Denpasar, Minggu kemarin menyebutkan saksi Partai Demokrat akan menggunakan kekuatan kader dan relawan secara gotong-royong. “Kader dikerahkan penggalangan saksi pengawalan suara Pileg, sementara untuk Pilpres akan gotong royong bersama relawan, dikombinasikan dengan kader. Jadi pengawalan suara yang bersinergi dengan kekuatan mesin partai dan relawan. Sebab di Pilpres kan ada koalisi parpol,” ujar anggota Komisi X DPR RI ini. Menurut Supadma Rudana, Demokrat tetap instruksikan para saksi yang akan bertugas di TPS kedepankan pengawalan suara dengan maksimal, mengedepankan kecerdasan dan ketegasan. Karena pertarungan sesungguhnya yang terjadi di Pileg 2019 nanti adalah di TPS. “Saya pengalaman 2 kali bertarung ke DPR RI, melihat pertarungan sesungguhnya itu di TPS. Berjibaku turun menemui masyarakat, menarik simpati rakyat, membawa program dan aspirasi, namun hasilnya bisa sirna di TPS, ketika terjadi proses-proses demokrasi yang tidak jurdil
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.