[caption id="attachment_14759" align="aligncenter" width="700"]

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Melda Addriani (tengah) di Polman Babel, Senin (5/11).(bangkapos)[/caption]
kabargolkar.com, BANGKA - Anggota DPR RI Melda Addriani dari Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan kuliah umum dan forum diskusi dengan Civitas Akademika Polman Bangka Belitung, Senin (5/11).
Kuliah umum dengan tema 'Peranan Mahasiswa Terapan Teknologi Menuju Industri 4.0 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung' ini dihadiri Direktur Polman Babel Sugeng Ariyono, para dosen dan ratusan mahasiswa Polman Babel. Kegiatan ini juga dihadiri Rombongan Staf Ahli DPR RI Iwan Taruna, Ustaz Azhar Baihaqi dan Rusnilawati.
Disampaikan Melda, tujuan kuliah umum dan diskusi bersama civitas akademika ini agar mampu meningkatkan wawasan terhadap perkembangan industri 4.0. Selain itu, untuk memperkuat integritas civitas akademika dan mahasiswa, meningkatkan inovasi teknologi pada saat ini dan masa yang akan datang.
"Dalam perkembangan teknologi kontemporer, telah diperkenalkan sebuah istilah Industry 4.0 (Four point Zero). Industry 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomitasi dengan teknologi fisik dan digital, yang terpusat pada internet (Internet of Things)," jelas Melda.
Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini, pemerintah sendiri telah mencanangkan kebijakan dengan mengkonsentrasikan lima industri yang menjadi fokus implementasi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik dan kimia.
Diharapkan industri ini dapat meningkatkan daya saing serta menciptakan lapangan kerja dengan menarik investasi baru yang berbasis teknologi. Dimana pemerintah memiliki target pada tahun 2030, Indonesia masuk ke jajaran 10 negara ekonomi terbesar di dunia.
Diakui Melda, pada saat ini, Polman Bangka Belitung telah menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing ditingkat lokal maupun nasional, terlebih lagi lulusan-lulusan Polman Babel menjadi bagian dari perusahaan manufaktur, pertambangan, dan sebagainya, seperti PT Astra Tbk, PT Timah Tbk, PT PLN dan Pertamina dan sebagainya.
Disamping itu, Polman Babel telah menciptakan dan mengimplementasikan banyak teknologi kepada masyarakat umum, seperti mesin pencacah sampah, mesin spiner, mesin pembuat stik sukun, mesin blender bumbu dan sebagainya.
"Oleh karena itu, Polman Bangka Belitung merupakan salah satu institusi pendidikan
terbaik dalam bidang teknologi dan inovasi yang ada saat ini. Dengan perkembangan industri 4.0 diharapkan Polman Babel mampu menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi sehingga berguna bagi masyarakat umumnya untuk mengembangkan ekonomi UMKM di Bangka Belitung," harap Melda.
Apalagi lanjutnya, Polman Bangka Belitung dihadapkan pula pada tantangan untuk menghasilkan produk-produk teknologi yang dapat diimpelemntasikan oleh industry 4.0.
Oleh karena itu, Melda meminta pemerintah terus mendukung institusi pendidikan tinggi untuk dapat berkarya menghasilkan teknologi sesuai dengan perkembangan jaman.
"Kepada civitas akademika dan mahasiswa dan mahasiswi Polman Babel diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia memiliki kemampuan daya saing dan berinovasi dalam perkembangan industri 4.0," pesan Melda.
Disamping itu, disampaikannya bahwa tidak hanya dihadapkan pada tantangan industri 4.0, pada tingkat lokal Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dijadikan sebagai salah satu daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga diharapkan Polman Babel menjadi bagian dari program tersebut melalui inovasi dan teknologi dihasilkannya