Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Berlari Di Tengah Hujan Dan Panas Terik UM24
  Kabar Golkar   13 November 2018
jam kemudian "sekarang kanan-e, nona manise, putaralah kekanan, kekanan, kekanan dan kekanan manise. . . ". Tetapi matahari nya terlalu terik untuk dinikmati. Jam 13:00 saya kami disediakan makan siang. Panitia menyediakan makanan enak sekali. Sementara di tenda KM 0 segala buah-buah dan minuman serta kue-kue tersedia melimpah. Salah satu sponshor-nya disebutkan Bakery Marathon. Nama toko kue yang jadi salah satu sponshor. Pantes . . he he he Jam 14:00 mulai ada awan muncul di langit yang tadinya bersih. Senang mulai rasanya. Tetapi setengah jam berikutya hujan rintik mulai datang yang kemudian disusul hujan besar sekali sampai jam 19:00 malam. Pada saat hujan akan mulai reda diganti kilat dan guruh mulai bersahutan. Pengumuman dari race director, jika petir dianggap berbahaya bagi pelari untuk berada di tengah lapangan maka lomba akan dihentikan. Untungnya petir-nya dihitung oleh mereka, terjadi 3 km di luar kota Kuala Lumpur. Saya tidak tahu bagaimana caranya Seow Kong menghitung. He he he Hujan besar 4 jam berturut-turut membuat paha dalam kanan kiri saya beradu dengan celana luar saya. Dan karena dibantu basah kuyup oleh air hujan, maka celana saya yang menang. Tidak lama kemudian terasa perih menjalar, alias paha saya mulai blister besar dan merata. Segera saya minta kedua paha kanan kiri saya di perban melingkar. Dan yang bergesekan jadinya perban dan celana basah. Saya tidak tahu yang menang siapa. He he he Pukul 20:00 makan malam disediakan panitia, dari pilihan bubur teri, nasi telor dadar, bubur kacang hijau dan minuman barlie. Lagi2 makan malam yang mewah. Ditengah stadion sepak bola yang lampunya dinyalakan semua dan sangat terang sekali. Makan malam tidak membuat saya tambah cepat berlari, dan akhirnya tertinggal sekitar 30 laps dari Pak Maryanto - atau sekitar 12 km. Tetapi saya masih ada didepan Pak Eddy sekitar 9 putaran. Kalau lomba di jalan biasa kita bertiga sudah tidak mungkin bertemu. Tetapi karena kami ada di lintasan lari yang sama, maka seringnya pundak saya ditepok dari belakang oleh Pak Maryanto pada saat menyalip saya. He he he Setelah 14 jam berlari Pak Maryanto sudah mencapai jarak 100km yang dipersyaratkan. Dan karena satu hal, dia memutuskan untuk berhenti berlari dan kembali ke hotel sementara saya masih jarak 40 putaran menuju 100km. Dengan terus meneguhkan hati saya melanjutkan lagu Gemu Famire yang berganti kekanan dan kekiri setiap 4 jam. Tetapi tiba2 jam 23:00 hujan mulai rintik-rintik lagi. Jadi hujan datang lagi di malam hari. Pak Eddy sudah menggunakan lagi jas hujan warna birunya lagi. Saya memutuskan untuk terus tanpa jas hujan sampai 20 menit menuju jam 02:00 ketika saya sudah sampai ke putaran 245. Artinya saya sudah mencapai 100km. Lebih cepat 10 menit dari rekor saya di Jakarta Ultra 2016 lalu. Dan mendadak saya harus mengantar istri kembali ke hotel. Istri saya tidak bisa tidur di lantai di stadion terbuka walaupun Panitia menyediakan matras. Awalnya istri saya, berjanji akan tidur di Mushola stadion bersama Ibu Maryanto. Tetapi karena Ibu Maryanto sudah kembali terlebih dahulu, maka tinggallah istri saya di stadion. Ditengah dingin dan hujan tidur beralaskan matras di stadion memang bukan cara istirahat yang enak setelah mendampingi
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.