Kabargolkar.com - Baru-baru ini Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais mengomentari majunya putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam mengikuti kontestasi Pilpres 2024. Amien menyebut bahwa Gibran merupakan anak ingusan dan milenial gadungan.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng turut menanggapi apa yang disampaikan oleh Amien sebagai negatif campaign.
Seperti yang diketahui, Partai Golkar merupakan salah satu parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
"Saya rasa setiap orang punya hak menjadi cawapres apabila sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Mas Gibran sudah usia 36 tahun yang menurut saya usia sudah cukup matang, tinggal biarkan masyarakat menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan kita tidak usah menggunakan negatif atau black campaign," kata Waketum Golkar, Melchias Markus Mekeng yang dikutip melalui detik.com pada Selasa (31/10/23).
Pihaknya pun tak setuju adanya negatif campaign.
"Saya tidak setuju dengan cara negatif campaign yang dilakukan oleh Amien Rais," imbuhnya.
Sebelumnya, awalnya Amien Rais mengaku tidak sejalan dengan Jokowi yang membiarkan Gibran menjadi cawapres Prabowo.
"Jadi menurut saya itu, kalau bisa kita tahan diri, tapi Jokowi harus berubah dong. Jangan petantang-petenteng menjadikan anak ingusannya yang tidak apa-apa itu, malah jadi cawapres-nya Pak Prabowo," kata Amien Rais usai menghadiri acara relawan Anies-Cak Imin, Kampanye Gerakan Perubahan di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2023).
"Siapa dia itu? Katanya mewakili milenial, tapi kita harus tau bahwa milenial pintar-pintar, nggak ada yang seperti itu. Dia milenial gadungan. Jadi ini harus kita perhatikan kembali. Jadi Pak Jokowi, anda bisa nggak berubah dalam setahun yang akan datang ini," lanjutnya.