Wanita yang akrab dipanggil Ani itu melanjutkan, Pemerintah juga memberikan insentif pe¬rumahan berupa bantuan untuk Masyarakat Berpenghasilan Ren¬dah (MBR), yakni tanggungan biaya administrasi Pemerintah Rp 4 juta per rumah sederhana, serta tambahan program Rumah Se¬jahtera Terpadu untuk perbaikan rumah masyarakat miskin sebesar Rp 20 juta per rumah.
“Dengan paket kebijakan terse¬but bakal ada dorongan positif terhadap perekonomian nasional di akhir tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Ek¬sekutif Institute for Develop¬ment of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengingatkan, pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen pada triwulan III-2023 merupakan alarm per¬lambatan ekonomi yang tidak boleh diabaikan.
Karenanya, kinerja ekonomi di akhir tahun perlu mendapat perhatian serius seiring momen¬tum dimulainya kontestasi poli¬tik Pemilu 2024.
Tauhid menyebut, ada be¬berapa prioritas yang harus dilakukan Pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar tidak semakin anjlok di akhir tahun.
“Paling penting yang harus dilakukan adalah mempertah¬ankan daya beli masyarakat dengan memanfaatkan mo¬mentum Natal 2023 dan libur Tahun Baru 2024. Pastikan juga tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai pergantian tahun,” kata Tauhid kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (11/11).
Selain itu, lanjut Tauhid, pe¬nyaluran bantuan sosial (bansos) yang sedang dilakukan Pemerintah harus dipastikan bisa me¬nambah belanja sosial untuk 10 persen masyarakat terbawah.
Selain itu, belanja Pemilu perlu dioptimalkan untuk men¬dorong konsumsi masyarakat agar meningkat. (rm.id)