Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Minta Masyarakat Berperan Aktif Awasi Dana Desa
  Kabar Golkar   30 November 2018
[caption id="attachment_16210" align="aligncenter" width="700"] Dana Desa salah satunya untuk pembangunan infrastruktur di desa. Sehingga masyarakat diminta berperan aktif. (jabarekspres)[/caption] kabargolkar.com, PADALARANG - DPRD Kabu­paten Bandung Barat meminta pengunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) diguna­kan secara transparan dan tepat sasaran. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari roda ekonomi dana desa tersebut. Masyarakat juga di­minta terlibat aktif dalam menga­wasi penggunaan dana desa yang berjumlah miliaran rupiah ini. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD KBB Sunarya Era­wan, di Padalarang, kemarin. Menurut Politisi Golkar ini, pengawasan dari masyarakat sangat diperlukan agar pen­gunaan dana desa tersebut tidak diselewengkan oleh pemerintahan desa. “Sejak awal perencanaan itu semua harus transparan.Apala­gi pada saat pelaksanaannya. Sekarang keterlibatan masyarakat sangat penting, itu untuk menga­wasi bersama penggunaan dana desa ini,” kata Sunarya. Dia menjelaskan, pemerinta­han desa harus memiliki peren­canaan yang matang agar peng­gunaan dana desa tepat sasaran. Namun, hal itu juga harus di­dukung oleh Organisasi Perang­kat Daerah (OPD) terkait, khu­susnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupa­ten Bandung Barat. “Perencanaannya sudah jelas harus disesuaikan dengan se­gala kebutuhan masyarakat. Lalu apa saja yang harus diprio­ritaskan. Terpenting lagi itu ha­rus dilaksanakan secara trans­paran dan terbuka,” katanya. Sunarya mengungkapkan, selama ini masih banyak per­masalahan di desa yang harus segera diselesaikan oleh pe­merintahan desa. Diantara persoalan tersebut yakni se­perti pembangunan infrastruk­tur jalan, pertanian, irigasi dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Memang ada beberapa ma­salah yang prioritas harus dise­lesaikan. Namun, faktanya sam­pai saat ini desa belum sanggup menyelesaikannya,” ujarnya. Namun demikian, Sunarya mengatakan, bahwa yang men­desak untuk segera diselesaikan adalah Bumdes. Pasalnya, saat ini masih banyak Bumdes di Bandung Barat yang tidak aktif. “Dampaknya banyak masy­arakat yang menjadi sasaran empuk oleh rentenir. Padahal, jika Bumdes ini bisa berjalan, itu dapat membantu masy­arakat. Sehingga masyarakat yang kesulitan untuk menda­patkan modal usaha untuk dagang seperti gorengan pun, itu tidak lari pinjam ke rente­nir,” ungkapnya. Sunarya berharap dengan besarnya ADD yang dida­patkan oleh desa, itu bisa terlihat geliat pembangunan-pembangunan oleh desa. “Intinya penyelesaian ma­salah yang bisa dijangkau oleh desa, ya itu harus cepat diker­jakan,” ucapnya. Berdasarkan data Dinas Pem­berdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat, dana Desa Tahap II Ta­hun Anggaran 2018 di Kabu­paten Bandung Barat dengan total nilai Rp 79.316.544.400 sebelumnya sudah dicairkan. Setiap desa rata-rata menda­patkan keuangan dari berba­gai sumber hingga Rp 2 miliar. “Tahun ini, dana desa yang dikucurkan mencapai Rp198 miliar, lebih besar dibanding­kan tahun 2017 lalu yang ha­nya Rp152 miliar bagi 165 desa. Setiap desa rata-rata menerima sebesar Rp2 mi­liar,” kata Kepala DPMD KBB, Wandiana. (jabarekspres)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.