Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Sebut Partisipasi Politik Rakyat Penting, Begini Penjelasan DPR
  Kabar Golkar   04 Desember 2018
[caption id="attachment_16361" align="alignnone" width="1024"]
'International Business' Integritas Conference' bertema 'Political Donation and Funding' yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, di Jakarta (4/12/18).[/caption] Kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan partisipasi politik rakyat dalam sistem pendanaan kepartaian merupakan salah satu jalan keluar agar partai politik (Parpol) tidak terkooptasi oleh kepentingan segelintir orang. Partisipasi rakyat untuk ikut serta dalam pendanaan politik sangat penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. "Dengan adanya partisipasi rakyat terkait pendanaan Parpol akan membuat kader Parpol yang maju dalam pemilihan, baik Pilkada, Pileg, maupun Pilpres, tidak menggantungkan finansial kepada para cukong yang biasanya akan meminta balas jasa. Mereka justru akan fokus berkerja keras memajukan kesejahteraan rakyat dan pembangunan. Karenanya, rakyat harus didorong untuk memiliki kesadaran membangun partai politik," ujar Bamsoet saat menjadi Keynote Speaker 'International Business' Integritas Conference' bertema 'Political Donation and Funding' yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, di Jakarta (4/12/18). Hadir sebagai pembicara lain Komisioner Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asyari, Direktur Dikyanmas KPK Giri Suprapdiono, Dirut Pertamina Hulu Indonesia Bambang Manumayoso, Peneliti Indonesia Corruption Watch Donal Fariz dan Peneliti Organisation for Economic Co-operation Christine Uriearte. Legislator Partai Golkar dari Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik sudah membuka peluang pendanaan politik oleh rakyat termasuk dalam sumbangan yang sah menurut hukum. Partisipasi pendanaan tersebut harus dibarengi dengan transparansi, berupa keterbukaan dan kemudahan akses agar laporan penggunaan dana partai politik bisa dilihat oleh publik. "Namun, tampaknya sampai saat ini belum banyak partai politik yang menjalankan penggalangan dana melalui rakyat. Disisi lain belum banyak pula rakyat yang tergugah kesadarannya untuk memberikan donasi ke partai politik. Dua hal ini harus segera disinkronkan. Agar antara partai politik dan rakyat terjadi interaksi yang saling menguatkan," tutur Bamsoet. [caption id="attachment_16362" align="alignnone" width="1024"] Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) tengah berpidato dalam acara 'International Business' Integritas Conference' bertema 'Political Donation and Funding' yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, di Jakarta (4/12/18).[/caption] Langkah awal dalam menguatkan interaksi partai politik dengan rakyat, menurut Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini harus dimulai dari internal partai politik sendiri. Partai politik tidak boleh menjadi tembok besi dengan arogansi tinggi dari para pengurusnya. Jika partai politik selalu melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan, niscaya rakyat dengan suka rela akan ikut ambil bagian dalam perjuangan partai politik bersangkutan. "Rekrutmen dengan merit system merupakan kunci memperbaiki kualitas orang-orang yang akan mengelola partai dan yang akan menjadi pejabat publik di masa yang akan datang
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.