Pola rekrutmen tertutup seperti tadi, lanjut Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini, harus segera diakhiri. Karena hanya akan semakin membuat rakyat antipati dengan politik dan membuat jarak yang lebar antara rakyat dengan partai politik.
"Semakin banyak kandidat mumpuni yang ditawarkan oleh partai politik, maka rakyat pasti akan memberikan penilaian positif. Jika rakyat sudah merespon positif, dengan sendirinya mereka akan berpartisipasi dalam kepartaian. Baik memberikan dukungan suara, moral maupun finansial," terang Bamsoet.
Di sisi lain, mantan Ketua Komisi III DPR RI ini berharap, masyarakat tidak jenuh menghadapi berbagai permasalahan politik yang terjadi. Sehingga, tergerak untuk ikut ambil bagian dalam sistem kepartaian. Dengan partisipasi politik yang tinggi, rakyat bisa menuntut berbagai perbaikan. Misalnya memaksa partai politik memajukan kandidat yang kapabel, yang terbukti rekam jejaknya, dan mempunya visi misi yang jelas dalam menggerakan pembangunan.
"Melalui keikutsertaan dalam pendanaan partai politik, rakyat memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam pemilihan kepala daerah, anggota legislatif, maupun presiden-wakil presiden. Sehingga partai politik tidak lagi dikuasai kalangan elite pemilik modal. Dengan demikian tercipta kesetaraan peluang politik dan mempermudah pemimpin politik pendatang baru yang kompeten dan kredibel," pungkas Bamsoet. (*)