Peluang besar Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, terbuka peluang bagi Jokowi bergabung ke Golkar. Menurutnya, lemungkinan itu bergantung pada dua hal. Pertama, apakah Jokowi punya keinginan unuk bergabung ke Golkar atau tidak. Kedua, apakah Golkar bersedia menerima Jokowi atau tidak. “Ada mutual interesting antarkeduanya,” kata Adi kepada Kompas.com, Minggu (3/3/2024). Melihat sejumlah pernyataan elite Golkar, Adi menilai, partai beringin menyambut baik isu bergabungnya Jokowi. Pun Jokowi tak memberikan bantahan mengenai desas-desus ini. “Biasanya jika tak ada bantahan langsung dari Jokowi, bisa ditafiskan Jokowi sepertinya juga tertarik, tapi belum diungkap secara terbuka,” ujar Adi.
“Tinggal Jokowi kapan menegaskan kepindahannya ke Golkar, yang jelas Golkar terlihat welcome,” tuturnya. Dari sejumlah partai politik pendukung Jokowi saat ini, kata Adi, Golkar memang paling memungkinkan menjadi labuhan baru bagi politikus PDI-P itu.
Sebab, selain memiliki massa pendukung yang besar, Golkar tak mempunyai figur sentral. Berbeda dengan Partai Gerindra, misalnya, sulit buat Jokowi bergabung lantaran partai berlambang garuda itu memiliki figur sentral seperti Prabowo Subianto.
“Kalau di Golkar, aura Jokowi masih terlihat kuat meski sudah tak lagi jadi Presiden karena di Golkar sejauh ini tak ada figur sentral,” kata Adi. Seandainya Presiden benar-benar berpindah haluan, Adi yakin, Golkar bakal mendulang keuntungan elektoral. Sebab, pertama, Jokowi punya nama besar. Mantan Wali Kota Solo itu juga memiliki pendukung setia atau loyalis voter solid yang bisa beralih ke Golkar. Pun, Adi meyakini, jika Kepala Negara berlabuh ke Golkar, ia akan diganjar posisi strategis di partai yang dapat menguntungkan Jokowi sendiri. “Golkar partai besar tampat paling nyaman untuk berlindung di kemudian hari setelah Jokowi tak lagi jadi Presiden,” tutur Adi.