Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis perekonomian Indonesia tetap tumbuh di kisaran lima persen pada kuartal I 2024.
"Kita berharap di kuartal I angkanya cukup bagus, tapi kita tunggu hasil resmi dari BPS," kata Menko Airlangga di Jakarta, Senin 22/4.
Dia juga mengatakan di tengah situasi geopolitik yang memanas saat ini, depresiasi nilai tukar rupiah masih lebih baik dibandingkan negara kawasan lainnya.
Dalam pemaparannya, nilai tukar rupiah terdepresiasi 5,16 persen secara year to date (ytd) ke level Rp16.235 per dolar AS.
Sedangkan, mata uang negara lain mendapatkan tekanan yang lebih seperti New Taiwan dolar (NTD) (5,95 persen), won Korea Selatan (6,62 persen), baht Thailand (7,78 persen), serta yen Jepang (8,83 persen).
Di samping itu, neraca dagang Indonesia tetap melanjutkan tren surplus selama 47 bulan berturut-turut pada Maret 2024.
Pada Maret 2024, neraca dagang melanjutkan surplus sebesar 4,47 miliar dolar AS.
Secara keseluruhan, Menko Airlangga masih optimistis bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh menyentuh 5,2 persen pada 2024.
Proyeksi tersebut didasari pada kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif masih terjaga hingga akhir kuartal I 2024.
"Jadi, (ekonomi) Indonesia relatif punya fundamental cukup bagus," sebut Airlangga yang juga ketua umum partai golkar tersebut.
Menjawab pertanyaan seputar pilpres, Airlangga menegaskan bahwa dengan diketok palunya Mahkamah Konstitusi maka selesai pula cerita pilpres 2024.
Dia juga sekaligus memberi ucapan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka untuk periode masa bakti 2024-2029.
Dan ini saatnya seluruh komponen masyarakat bekerja kembali dan bekerja bersama dalam situasi geopolitik global yang sedang tidak menentu, ini diperlukan agar bisa mitigasi tantangan global yang tidak menguntungkan bagi Indonesia dan mendukung program program (pemerintahan kedepan) agar Indonesia bisa menjadi negara maju dan sejahtera.