[caption id="attachment_16995" align="aligncenter" width="1200"]
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (foto: AFP)[/caption]
kabargolkar.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berakhir pada 2019 mendatang. Sudah banyak pencapaian yang dihasilkan selama pemerintahan Jokowi-JK ini. Sebagai partai yang paling depan membela Jokowi dan juga pengusung utama pasangan Joko widodo-KH Ma’ruf Amin, tentu saja patut menyuarakan segala bentuk capaian serta keberhasilan yang dihasilkan oleh Jokowi selama menjabat sebagai Presiden RI.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun secara jelas mendorong para kader partainya untuk ekstra aktif melakukan sosialisasi capaian pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi. Hal ini tentu saja untuk melanggengkan target Partai Golkar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin melanjutkan pembangunan pada periode 2019-2024.
Menuju visi Indonesia 2045
Pembangunan yang sudah dijalankan dan akan dilanjutkan oleh Jokowi adalah langkah menuju Visi Indonesia 2045. Mencapai Indonesia yang sejahtera, berkeadilan, serta berkemajuan. Visi tersebut ditopan g oleh 4 pilar. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan (Iptek) yang maju. Kedua, ekonomi berkelannjutan. Ketiga, pemerataan ekonomi. Dan Keempat, ketahanan nasional.
Langkah ini diawali dengan capaian GDP per kapita sebesar USD 3.877 pada tahun 2017.
[caption id="attachment_16996" align="aligncenter" width="1089"]
GDP Indonesia dan proyeksinya pada 2036 dan 2045. (kabargolkar.com)[/caption]
Â
selanjutnya:
Pertumbuhan ekonomi berkualitas
Pertumbuhan ekonomi berkualitas
Pertumbuhan pada periode 2020-2024 menurut proyeksi Bappenas akan berada pada kisaran 5,4-6,0% yang disumbangkan berbagai sektor. Sektor tersebut yaitu industri, pertanaian, energi, konstruksi, transportasi, ICT, keuangan , perdagangan, pertambangan. Sektor industri akan bertindak sebagai mesin pertumbuan untuk meningkatkan produktivitas, investasi, dan ekspor.
Selama pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi dalam tren meningkat dan semakin berkualitas. Peningkatan ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi terjaga, serta diikuti dengan perbaikan indikator-indikator sosial.
[caption id="attachment_16997" align="aligncenter" width="1243"]
Pertumbuhan ekonomi dan inflasi (sumber: BPS)[/caption]
Pertumbuhan ekonomi per triwulan III 2018 mencapai 5.17%. Inflasi terjaga di level 2,88% sepanjang tahun 2018. Yang menggembirakan, ada penurunan tingkat kemiskinan. Dari yang tadinya 12,49% (Maret 2011-masa pemerintahan Presiden SBY), menjadi 9.82% pada Maret 2018. Penurunan juga diikuti oleh tingkat pengangguran dari sebelumnya 6,96 % (Februari 2011) menjadi 5,13% pada Februari 2018.
[caption id="attachment_16999" align="aligncenter" width="1213"]
Tingkat kemiskinan dan pengangguran (BPS)[/caption]
Â
selanjutnya: Konektivitas semakin membaik
Konektivitas semakin membaik
Pembangunan infrastruktur yang digalakkan pada pemerintahan Jokowi mulai memperlihatkan hasil. Pembangunan infrastruktur ini untuk menjalin konektivitas masyarakat, dan didekasikan untuk mempermudah mobilitas masyarakat bekerja dna berusaha.Selain juga demi meratanya distribusi barang/jasa. Konektivitas yang semakin membaik juga ditandai dengan meningkatnya produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

World Economic forum (2018) mengatakan, Daya Saing Indonesia mengalami perbaikan kualitas. Dari sisi peringkat GCI Index, peringkat Indonesia pada 36 (2017) meningkat dari sebelumnya 41 (2016)