18 April 2021
Keren! Ini Wujud Kerja Nyata Jokowi
 
  14 Desember 2018
  • Share :
[caption id="attachment_16995" align="aligncenter" width="1200"]jokowi Presiden Joko Widodo (Jokowi) (foto: AFP)[/caption] kabargolkar.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berakhir pada 2019 mendatang. Sudah banyak pencapaian yang dihasilkan selama pemerintahan Jokowi-JK ini. Sebagai partai yang paling depan membela Jokowi dan juga pengusung utama pasangan Joko widodo-KH Ma’ruf Amin, tentu saja patut menyuarakan segala bentuk capaian serta keberhasilan yang dihasilkan oleh Jokowi selama menjabat sebagai Presiden RI. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun  secara jelas mendorong para kader partainya untuk ekstra aktif melakukan sosialisasi capaian pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi. Hal ini tentu saja untuk melanggengkan target Partai Golkar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin melanjutkan pembangunan pada periode 2019-2024.

Menuju visi Indonesia 2045

Pembangunan yang sudah dijalankan dan akan dilanjutkan oleh Jokowi adalah langkah menuju Visi Indonesia 2045. Mencapai Indonesia yang sejahtera, berkeadilan, serta berkemajuan. Visi tersebut ditopan g  oleh 4 pilar. Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan (Iptek) yang maju. Kedua, ekonomi berkelannjutan. Ketiga, pemerataan ekonomi. Dan Keempat, ketahanan nasional. Langkah ini diawali dengan capaian GDP per kapita sebesar USD 3.877 pada tahun 2017. [caption id="attachment_16996" align="aligncenter" width="1089"] GDP Indonesia dan proyeksinya pada 2036 dan 2045. (kabargolkar.com)[/caption]   selanjutnya: Pertumbuhan ekonomi berkualitas

Pertumbuhan ekonomi berkualitas

Pertumbuhan pada periode 2020-2024 menurut proyeksi Bappenas akan berada pada kisaran 5,4-6,0% yang disumbangkan berbagai sektor. Sektor tersebut yaitu industri, pertanaian, energi, konstruksi, transportasi, ICT, keuangan , perdagangan, pertambangan. Sektor industri akan bertindak sebagai mesin pertumbuan untuk meningkatkan produktivitas, investasi, dan ekspor. Selama pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi dalam tren meningkat dan semakin berkualitas. Peningkatan ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi terjaga, serta diikuti dengan perbaikan indikator-indikator sosial. [caption id="attachment_16997" align="aligncenter" width="1243"] Pertumbuhan ekonomi dan inflasi (sumber: BPS)[/caption] Pertumbuhan ekonomi per triwulan III 2018 mencapai 5.17%. Inflasi terjaga di level 2,88% sepanjang tahun 2018. Yang menggembirakan, ada penurunan tingkat kemiskinan. Dari yang tadinya 12,49% (Maret 2011-masa pemerintahan Presiden SBY), menjadi  9.82% pada Maret 2018. Penurunan juga diikuti oleh tingkat pengangguran dari sebelumnya 6,96 % (Februari 2011) menjadi 5,13% pada Februari  2018. [caption id="attachment_16999" align="aligncenter" width="1213"] Tingkat kemiskinan dan pengangguran (BPS)[/caption]   selanjutnya: Konektivitas semakin membaik

Konektivitas semakin membaik

Pembangunan infrastruktur yang digalakkan pada pemerintahan Jokowi mulai memperlihatkan hasil. Pembangunan infrastruktur ini untuk menjalin  konektivitas masyarakat, dan didekasikan untuk mempermudah mobilitas masyarakat bekerja dna berusaha.Selain juga demi meratanya distribusi barang/jasa. Konektivitas yang semakin membaik juga ditandai dengan meningkatnya produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. World Economic forum (2018) mengatakan, Daya Saing Indonesia mengalami perbaikan kualitas. Dari sisi peringkat GCI Index, peringkat Indonesia pada 36 (2017) meningkat dari sebelumnya 41 (2016). Peringkat Daya saing Infrastruktur juga mengalami perbaikan dari 82 (2010-2011) menjadi 52 (2017-2018).   selanjutnya: Dana desa menggerakkan roda ekonomi pedesaan

Dana desa menggerakkan roda ekonomi pedesaan

Dana desa yang digelontorkan pada masa pemerintahan Jokowi mulai memberikan dampak positif. Rakyat memanfaatkan dana desa semakin efektif sesuai dengan kebutuhannya. Dana desa untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup di desa.   selanjutnya: Terus bergerak mengentaskan kemiskinan

Terus bergerak mengentaskan kemiskinan

Pemerintahan Jokowi secara berkelanjutan terus berupaya mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Salah satu caranaya dengan terus menjalankan Program Keluarga Harapan (PKH). Sejak tahun 2007, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.  Realisasi sampai dengan September 2018, sudah menyalurkan ke sebanyak 9,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Total anggaran pada 2018 diproyeksikan mencapai 19,4 Trilyun Rupiah. Selain itu, Pemerintah Jokowi juga menjalankan program Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. selanjutnya: Jangan takut ancaman TKA

Jangan takut ancaman TKA

Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia berjumlah 126 ribu. Jumlah itu sangat kecil dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Kemudian bila dibandingkan dengan jumlah Pekerja Migran Indonesi (PMI) yang bekerja di luar negeri, jumlahnya jauh lebih besar. Sebagai contoh, di Malaysia. Penduduknya yang berjumlah 31 juta jiwa, PMI yang bekerja di sana berjumlah 4,5 juta jiwa. (kabargolkar)
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.