Kabargolkar.com - Anggota DPR Komisi I, Dave Laksono mengatakan Indonesia bisa menjadi jembatan antara negara Asia Tenggara dengan negara yang tergabung dalam BRICS yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Pasalnya, Indonesia memiliki tujuan yang sama dengan BRICS, yakni menciptakan tatanan ekonomi global yang lebih adil dan mengurangi ketergantungan pada kekuatan ekonomi tradisional.
Hal ini disampaikan Dave Laksono saat berpidato di International Inter-Party BRICS and Partner Countries Forum “World Majority for a Multipolar World” di Vladivostok, Rusia, Senin (16/6/2024).
"Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjembatani hubungan antara Asia Tenggara dan BRICS," ujar Dave Laksono dalam keterangannya, Rabu (19/6/2024).
Dave mengatakan, meskipun Indonesia masih mengkaji serta mempertimbangkan keikutsertaannya untuk menjadi anggota BRICS, tetapi Indonesia dapat memperoleh manfaat dari perdagangan dan investasi dengan negara-negara BRICS dalam beberapa cara.
"Dengan bekerja sama dengan BRICS, Indonesia dapat mendiversifikasi mitra dagangnya, mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional dan menyebarkan risiko ekonomi, memberikan Indonesia akses ke pasar ekspor baru, dan menarik investasi ke sektor-sektor penting Indonesia, termasuk infrastruktur, manufaktur, dan jasa, sehingga meningkatkan perekonomian," jelas Dave.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Partai Golkar ini juga menyebut bahwa Indonesia dapat menggunakan pengaruh diplomatiknya di ASEAN untuk mendorong hubungan dan kerja sama yang lebih erat dengan negara-negara BRICS.
"Dengan mendorong integrasi ekonomi antara ASEAN dan BRICS, Indonesia dapat membantu membangun kemitraan strategis yang berfokus pada kepentingan bersama seperti pembangunan berkelanjutan, keamanan energi. dan transformasi digital, dan memperkuat hubungan antara Asia Tenggara dan BRICS, sehingga berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan,” pungkas Dave.
Dave juga menyampaikan undangan atas nama partai Golkar kepada partai-partai politik dunia untuk turut berpartisipasi pada simposium partai politik dunia dalam rangka HUT ke-60 Golkar yang akan diselenggarakan di Jakarta September nanti.
Diketahui, BRICS dibentuk pada 2006. BRICS yang awalnya dianggap sebagai platform kerja sama ekonomi, telah berkembang menjadi entitas yang kuat. BRICS mampu mendorong perubahan paradigma dalam struktur kekuasaan global dari hierarki kekuasaan tradisional dan mengantarkan era baru multipolaritas di panggung dunia. (beritasatu.com)