Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Begini Kata Senior Tanggapi Polemik Golkar Bali
  Kabar Golkar   19 Desember 2018
[caption id="attachment_16812" align="aligncenter" width="1033"]
Golkar Bali tengah diterpa badai usai Ketua DPD I Golkar Bali non-aktif Ketut Sudikerta dicokok KPK, kini Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih atau Demer juga diduga melakukan korupsi. [foto: istimewa][/caption]kabargolkar.com, DENPASAR - Persoalan internal di Partai Golkar khususnya di Bali menjadi perhatian serius oleh para sesepuh elit partai berlambang pohon beringin ini. Mereka khawatir elektabilitas partainya anjlok jelang Pemilu 2019, menyusul penetapan Ketut Sudikerta sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan jual beli tanah senilai Rp 150 miliar. Baru-baru ini muncul lagi kasus lama dugaan jual beli anggaran Gede Sumarjaya Linggih atau Demer yang belum lama ini ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menggatnikan Sudikerta sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Bali. Kader senior Partai Golkar, AA Ngurah Rai Wiranata, mengatakan kasus Gede Sumarjaya Linggih alias Demer yang diungkit kembali melalui aksi demo di Kantor KPK, membuat elektabilitas partai semakin drop. Apalagi, sebelumnya Ketut Sudikerta sudah dijerat Polda Bali sebagai tersangka, sehingga mantan Wakil Gubernur Bali 2013-2018 itu dicopot dari jabatan Ketua DPD I Golkar Bali. “Saya dan kader-kader di bawah prihatin. Banyak kader nelepon dan menyatakan khawatir Golkar anjlok di Pileg 2019, karena elite-nya terus kena masalah. Ya, nggak di pusat, di daerah sama saja. Kalau terus-terusan begini, kita bisa disalip partai lain dalam Pileg 2019 nanti,” ujar Rai Wiranata di Denpasar, Selasa (18/12). Rai Wiranata menyebutkan, sebaiknya elite Golkar di Bali memikirkan kembali supaya partainya bersih. Bagaimana pun caranya, kalau memang ada kasus, harus diselesaikan secepatnya, supaya tidak merembet ke partai. “Sebagai orang tua, saya ingin supaya Golkar clean. Sejak dulu saya sudah khawatir kasus Demer di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI, Red) bisa dibuka lagi oleh masyarakat,” ujar sesepuh Golkar asal Puri Kesiman, Denpasar Timur ini. Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Ormas Pendiri dan Yang Didirikan DPD I Golkar Bali ini menyebutkan, elite partai di Bali kini semakin dibuat repot. Mereka pusing mengurus internal partai karena usulan Musdalub, plus pusing dengan urusan kader yang kena masalah hukum. “Capek, habis energi kita kalau begini. Saya berharap Demer selaku Ketua Korwil Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar bisa membuktikan masalahnya memang sudah celan dan clear,” tegas Rai Wiranata. Ditanya apakah diungkitnya kembali kasus Demer ini merupakan bentuk ‘serangan politik’, menurut Rai Wiranata, pihaknya tidak mau berandai-andai. karena menurutnya, bisa saja ini merupakan persaingan internal dan saling serang di dalam. Kalau pesaing dari eskternal partai, ia memperkirakan kecil kemungkinannya. Maka, bagi saya, elite kita di Golkar Bali buatlah situasi ini adem dan solid. Jaga kondisi yang solid di tengah-tengah suasana mau tarung Pemilu
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.