• Pusat R&D dan pelatihan untuk standar kualitas minyak atsiri internasional
• Pengembangan produk turunan seperti parfum lokal, aromaterapi, kosmetik alami, dan bahan antibakteri
• Mitra dagang strategis dengan sektor swasta, eksportir, dan e-commerce
• Sertifikasi halal dan organik untuk membuka pasar Timur Tengah & Eropa
Dengan langkah ini, Aceh dapat menjadi pusat hilirisasi minyak atsiri nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Penutup
Golkar menegaskan kembali bahwa pembangunan ekonomi nasional tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur dan industri besar. Pembangunan harus berbasis kerakyatan, daerah, dan komoditas unggulan lokal. Melalui hilirisasi non-tambang yang inklusif dan berkeadilan, Golkar bersama pemerintah Prabowo–Gibran berkomitmen mewujudkan ekonomi Indonesia yang berdikari, berkelanjutan, dan berdaulat.