Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kajian Bertani dengan Biaya Murah, Petani Sejahtera, Tanah Subur dan Alam Lestari
  Kabar Golkar   13 Februari 2019
Jawaban atas pertanyaan ini bisa ya di Amerika tetapi di Indonesia bisa tidak. Di Indonesia farming tetap merupakan sebuah kehidupan dan sebuah mata pencaharian untuk menghidupi puluhan juta petani tanpa harus menjadi bisnis. Pemerintah perlu mengkaji gagasan dan ide untuk menerapkan sebuah kebijakan agar petani mampu bertani dengan biaya murah terutama kepada para petani padi, mengingat hasil produksi relatif sama hasilnya dari tahun ke tahun sementara biaya bertani selalu meningkat, seperti biaya pupuk, insektisida, herbisida, fungisida termasuk untuk menyewa traktor sementara Inpres No 5 Tahun 2015 tentang harga gabah masih di angka 3.700 walaupun saat ini harga gabah di kisaran 4.000-5.000 tetapi tidak menutup kemungkinan tahun depan bisa turun kembali seperti yang dialami petani padi tahun 2017 harga gabah di kisaran 2.000-2.500. Bertani dengan biaya murah bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti : 1. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan agar dilakukan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada petani di NKRI tentang kesuburan tanah dan budidaya bertani 2. Pemerintah perlu membangun SDM dan keterampilan bertani dengan mengajarkan cara membiakkan agen hayati menjadi pupuk hayati dari bahan-bahan yang ada di sekitar petani, tanah perlu disuburkan kembali, ekosistem mikroba yang saat ini relatif punah perlu dihidupkan kembali, adanya mikroba di dalam tanah perlu dilestarikan karena mikroba tersebut sebagai sumber pupuk yang dibutuhkan tanaman dan sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman 3. Biaya bertani bisa diminimalisir, ketergantungan pupuk dari pabrikasi bisa dikurangi, demikian juga ketergantungan pestisida, dengan demikina biaya bertani bisa ditekan dan kesejahteraan petani akan meningkat. 4. Beras yang dikonsumsi akan jauh lebih sehat karena pemakaian kimia dikurangi bahkan pemakain fungisida dan insektisida bisa sangat minim sekali bahkan bisa bertani tanpa fungisida sehingga tanah subur dan lestari, kesuburan tanah perlu dilestarikan yang akan kita wariskan kepada generasi penerus anak cucu. Sehingga defenisi petani yang awalnya adalah orang yang pekerjaannya bercocok tanam pada tanah pertanian dengan tujuan untuk memperoleh kehidupan dari kegiatan tersebut bisa dirubah menjadi mengusahakan tanah secara terus-menerus dengan maksud memperoleh hasil tanaman ataupun hasil hewan, tanpa mengakibatkan kerusakan alam. Petani, tanah dan alam sebuah rangkaian yang tidak terpisahkan, bertani boleh mengelola tanah asal tanah tetap dijaga kesuburannya termasuk menjaga kehidupan ekosistem mikroba yang ada di dalam tanah, hasil beras jika dikonsumsi akan jauh lebih menyehatkan dan yang utama adalah bertani dengan biaya murah tentu akan meningkatkan kesejahteraa petani.
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.