tahun 2014, Indonesia mendapatkan skor 120. Pada tiga tahun berikutnya terus mengalami peningkatan. 2015 dengan skor 106, tahun 2016 naik lagi dengan skor 91, dan tahun 2017 mencapai skor 72. Terakhir, pada tahun 2018, Indonesia memperoleh skor 73.
Hal ini adalah pengakuan dunia internasional, bahwa ada kemajuan yang dicapai selama pemerintahan Jokowi. Sebagaimana juga diungkapkan oleh Golkar. "Pemerintahan Indonesia di bawah Joko Widodo telah membuat iklim 'ease doing business' membaik," demikian ungkap Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi I Fraksi Partai Golkar DPR RI, yang menjadi nara sumber dalam acara diskusi.
Ketahanan energi nasional menguat
Pembahasan terkait tema energi mengungkapkan perbaikan selama pemerintahan Jokowi. Sebagaimana diungkapkan oleh Satya Widya Yudha.
[caption id="attachment_20414" align="aligncenter" width="700"]
Satya Widya Yudha (foto: suara.com)[/caption]
"Ketahanan energi nasional semakin menguat. Golkar sudah menyiapkan strategi untuk mengurangi defisit energi dengan konversi bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas," ungkapnya. Menurut Satya Widya Yudha, Partai Golkar sudah menyiapkan strategi untuk mengurangi defisit energi dengan konversi bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas. Selain cadangan gas Indonesia relatif besar (Indonesia memegang porsi sebesar 1,53% kepemilikan cadangan gas dunia), juga karena memberikan dampak polusi yang jauh lebih kecil dibanding pemakaian bahan bakar minyak. Dengan demikian, akan lebih ramah lingkungan. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen Partai Golkar untuk mendorong pemerintahan Jokowi menggunakan sumber-sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Satya Widya Yudha bicara tentang kebijakan sektor energi Partai Golkar, baca di sini:
Keseriusan pemerintah mendorong pemakaian gas dapat dilihat dari peningkatan pemakaian sumber energi tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, pemanfaatan gas bumi untuk domestik dari tahun ke tahun meningkat. Peningkatan rata-rata 7% sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2017. Pada tahun 2017 pemanfaatan gas domestik sebesar 58.59% sedangkan ekspor sebesar 41.41%.
Pembangunan infrastruktur keberhasilan Jokowi
Partai Golkar menyebut salah satu contoh yang dianggap keberhasilan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur. Dengan kondisi jalan nasional yang cukup baik, tentu keberadaannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jalan Nasional kota hampir 40 ribu, 96 persen mantap. Dapat dilalui dengan Bagus. Ini tentu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi." Demikian hal tersebut diutarakan oleh Muhidin M. Said, anggota Komisi V Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Satu hal yang akan diperjuangkan Golkar yaitu keinginan untuk melakukan revisi terhadap UU tentang jalan. Sehingga pemerintah melalui anggaran negara dapat memperbaiki jalan daerah yang dikelola pemerintah daerah setempat. "Kita harus revisi UU tentang jalan karena APBN itu tidak bisa perbaiki jalan daerah. Sehingga, APBN bisa digunakan untuk membangun jalan daerah yang dikelola oleh kabupaten atau kota," ungkap Muhidin.
Pengamat juga mengatakan bahwa pembangunan yang dilakukan Jokowi sudah berada di jalur yang benar. Pembangunan infrastruktur akan menjadi sarana bagi Indonesia untuk dapat memacu laju pertumbuhan dengan lebih cepat.
"Infrastruktur adalah investasi jangka panjang yang sedang dijalankan Presiden Jokowi. Karena jika investasi ini tidak dimulai dari sekarang, maka kita tidak akan bisa memulai untuk maju lebih cepat," ujar Raden Pardede, narasumber diskusi Balitbang DPP Partai Golkar.
Golkar dukung kepedulian lingkungan hidup
Satu hal yang akan terus didorong oleh Partai Golkar adalah membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup. Selama ini pemerintahan Jokowi juga sudah memperlihatkan kepedulian terhadap lingkungan