Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Isu Politik Uang, Begini Kata Caleg Lumajang
  Kabar Golkar   20 Februari 2019
kabargolkar.com, LUMAJANG - Dalam kehidupan bermasyarakat di tahun politik ini, uang pada dasarnya diakui sebagai senjata politik yang paling efektif untuk meraup dukungan rakyat. Uang merupakan faktor penting sebagai pendongkrak seseorang untuk mendapatkan kedudukan yang diinginkannya. Money politic menjadi hal lumrah sebagai bumbu pelengkap dalam pesta demokrasi sekarang ini. Para caleg berbondong-bondong menyiapkan logistik sebanyak-banyaknya untuk mempersiapkan serangan fajar menjelang hari pencoblosan pada April 2019. Isu ini pun membuat prihatin Yony Febrianto, Calon Legislatif (Caleg) Partai Golkar dari Dapil Lumajang. Yony, sapaan akrabnya, tidak habis pikir dengan para caleg yang berpolitik uang untuk melanggengkan kekuasaannya. "Saya sebagai Caleg Partai Golkar memiliki tanggung jawab besar untuk tidak melakukan politik uang. Karena dalam pandangan saya mereka yang melakukan hal tersebut tidak sesuai bahkan mengotori marwah DPR. Karena logikanya, kita yang mengajukan diri untuk mewakili, kok kita yang malah keluar uang," ujar Yony. Yony, yang kini menjabat sebagai Ketua Korbid Pendidikan dan Cendekiawan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Lumajang ini menuturkan, dalam peencalonannya sebagai legislator, sama sekali tidak memiliki logistik yang cukup dalam Pemilu. Yang dilakukannya adalah menjual idealisme, di mana setiap hari ia melakukan blusukan dan silaturahmi ke tiap rumah warga, kemudian menjelaskan sejumlah program kerja ke depan untuk masyarakat. Dirinya selalu mengusahakan untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memecahkan masalah. Karena baginya, tugas utama seorang legislator adalah selalu hadir untuk memecahkan masalah rakyat. "Sebagai Caleg itu seharusnya melakukan blusukan ke warga, menjelaskan apa saja program kerja mereka ke depan dan hadir di tengah masyarakat untuk memecahkan permasalahan. Bukan malah datang, kampanye di atas panggung, lalu bagi-bagi uang. Kadang saya bilang ke masyarakat yang saya temui, ambil saja uangnya, habiskan, tapi masa depan desa anda selama lima tahun ked epan ada di tangan caleg yang anda pilih hanya karena bagi-bagi uang itu," jelas Caleg Dapil 2 Nomor urut 2 Kabupaten Lumajang tersebut. Menurut Yony, Pemilu yang sudah di depan mata menjadi titik pijak tumbuhnya harapan baru publik untuk memilih wakil rakyat yang kompeten dan berintegritas. Sebagai pemilih yang cerdas, rakyat seharusnya mengetahui pentingnya Pemilu sebagai peralihan kekuasaan dan kepemimpinan yang akan menentukan masa depan rakyat lima tahun ke depan. "Integritas caleg harus ditakar oleh pemilih, sehingga tidak lagi mendudukkan wakil rakyat yang hanya mementingkan kepentingan partai, golongan, terlebih pribadinya. Sebuah komitmen harus dibangun, rakyat sebagai pemilik daulat bukanlah periang kampanye atau pengangguk janji politik," beber alumni Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang ini. "Suara Rakyat, Suara Tuhan, Jual beli suara rakayat adalah sebuah dosa besar," pungkasnya. [tim liputan]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.