[caption id="attachment_20961" align="aligncenter" width="700"]
ilustrasi (youthmanual.com)[/caption]
kabargolkar.com - Waktu tersisa kurang dari dua bulan. Tepatnya 50 hari lagi, hari pencoblosan tanggal 17 April 2019 akan tiba. Sejauh ini tampaknya masyarakat masih belum mahfum tentang hari penting tersebut. Hal ini terungkap melalui survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA beberapa waktu lalu.
LSI Denny JA mengungkap hasil yang cukup menyedihkan. Lembaga survei ini mencatat lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia tidak mengetahui bahwa Pemilu akan berlangsung tanggal 17 April 2019 nanti. Menanggapi hal ini, Partai Golkar pun mendorong LSI lebih giat lagi menggencarkan sosialisasi waktu pelaksanaan Pemilu 2019 kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Mendorong KPU untuk lebih gencar dalam mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia mengenai pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 melalui media cetak, siber dan siaran,” ungkap Bambang Soesatyo, politisi Golkar dan Ketua DPR RI pada Senin, 25 Februari kemarin.
baca juga: Banyak Masyarakat Tak Tahu Pemilu Digelar April, Bamsoet Minta Ini Ke KPU
Ini artinya, kinerja KPU dalam melakukan sosialisasi masih jauh dari optimal. Padahal, beberapa bulan sebelumnya KPU telah mengungkapkan rencananya untuk
gencarkan sosialisasi Pemilu mulai Januari 2019. Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) RI Arief Budiman waktu itu mengungkapkan strategi tersebut untuk menyiasati keterbatasan personel dan anggaran. Alasan lainnya yaitu agar masyarakat tidak lupa.
Menyasar pemilih pemula
Salah satu hal yang bisa menjadi langkah sosialisasi yaitu dengan menggencarkan "awareness" di kalangan pemilih pemula. Cara ini bisa dilakukan dengan langsung turun ke sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Para siswa menengah atas yang tahun ini akan memiliki hak politik untuk memilih parpol dan paslon capres-cawapres perlu mengetahui pentingnya ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum.
Tingkatkan kepedulian generasi milenial
Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu merangkul generasi milenial. Kampanye sosialisasi ini tampaknya akan lebih efektif dilakukan melalui media sosial. Mengingat tingginya tingkat penggunaan medsos di kalangan generasi ini. KPU harus dapat meningkatkan keterlibatan generasi milenial terkait kepedulian mereka terhadap nasib bangsa ini di masa depan.
Sosialisasi Pemilu penting untuk dilakukan agar dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada tanggal 17 April nanti. Semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih akan ikut meningkatkan kualitas hasil pemilihan umum, dan akan meningkatkan kualitas demokrasi.
(kabargolkar)