Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Satya Yudha Apresiasi Peran Pemerintah Soal Kasus Siti Aisyah
  Kabar Golkar   12 Maret 2019
[caption id="attachment_21530" align="alignnone" width="800"] Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar (FPG), Satya Yudha mengapresiasi peran aktif pemerintah dalam upaya pembebasan Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia. [foto: jurnas][/caption]kabargolkar.com, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar (FPG), Satya Yudha mengapresiasi peran aktif pemerintah dalam upaya pembebasan Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia. Pembebasan ini tak lepas dari kehadiran pemerintah dalam melindungi warga negaranya di luar negeri. "Kalau kita melihat apapun juga keberadaan negara ada," katanya, Selasa (12/3). Pembebasan Siti Aisyah berkat peran semua pihak pemangku kepentingan. Kata Satya, tidak bisa masing-masing pihak merasa paling berperan dalam upaya pembebasan ini. "Saya pikir kalau mereka mengklaim atau siapapun yang mengklaim ikut berpartisipasi, pasti dari pihak sana akan menunggu pemerintah Indonesia, keberadaan negara," ujar Satya. Politukus Partai Golkar itu meminta semua pihak menyetop saling klaim paling berperan dalam upaya pembebasan Siti Aisyah. Tak bisa dipungkiri, peran negara atau pemerintah tidak bisa dilepaskan dalam upaya perlindungan warga di luar negeri. "Enggak bisa dong diklaim berbagai pihak seakan-akan dia bisa mencabut, seolah apa, logikanya tidak masuk kalau menurut saya. Karena ini kerja bersama di mana keberadaan negara ada di depan," pungkasnya. Siti Aisyah bebas dari hukuman mati di Malaysia. Usai bebas, Siti mengucapkan terima kasih atas upaya pemerintah untuk kebebasannya. "(Terima kasih) juga kepada tim pengacara di Malaysia, juga kepada semua pihak di kemenlu Malaysia. Tanpa dukungan beliau saya tidak bisa seperti sekarang ini," jelas Siti. Siti Aisyah kembali ke Tanah Air, Senin (11/3). Siti kembali dengan menggunakan jet pribadi bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal, serta perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur. Dia dituduh terlibat dalam pembunuhan terhadap seorang warga negara Korea Utara, Kim Jong-nam, yang juga adalah kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, pada 13 Februari 2017. Siti Aisyah didakwa bersama seorang warga negara Vietnam Doan Thi Huong. Namun, Siti membantah dirinya terlibat pembunuhan. Dia mengaku hanya diajak melakukan prank, oleh seseorang bernama James, yang diduga intelijen Korea Utara. Kini, Siti sudah menghirup udara bebas. Dia mengaku mendapat banyak pelajaran dari kasus yang dialaminya tersebut, dan untuk sementara dia enggan kembali ke Negeri Jiran. [medcom]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.