Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Diskusi Arah Politik Partai Golkar Pasca Pemilu 2019
  Kabar Golkar   13 April 2019
  [caption id="attachment_22669" align="aligncenter" width="660"] Sharing discussion siang tadi dengan judul Quo Vadis Panca Bhakti?"Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019"di Bumbu Desa Cikini (13/4/2019) (kabargolkar.com)[/caption]   kabargolkar.com, JAKARTA - Anak anak muda Golkar yang mengatasnamakan diri Garda Panca Bhkati menyelenggarakan sebuah Sharing discussion siang tadi dengan judul Quo Vadis Panca Bhakti?"Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019"di Bumbu Desa Cikini (Sabtu ,13 April 2019) menghadirkan 4 narasumber yaitu Khalid Zabidi, Syamsul Rizal, Mirwan B Vauly dan Haris Rusli Moti seorang pengamat dan aktivis politik nasional dengan moderator Denny Firmansyah. Diskusi sempat diwarnai kericuhan ketika segerombolan orang berpakaian kuning  mencoba menghentikan acara diskusi, mereka berteriak agar diskusi itu dibubarkan karena di anggap tidak sejalan dengan kehendak mereka namun akhirnya panitia dapat menghalau mereka keluar ruangan dan diskusi tetap dilanjutkan, hingga berita ini diturunkan belum jelas siapa identitas gerombolan yang mencoba menghentikan diskusi. Dalam diskusi terungkap keprihatinan para kader Golkar terkait peran dan posisi Golkar dalam dinamika politik nasional yang berkembang, Syamsul rizal menyatakan “di masa Ketua Umum Golkar Setya Novanto Golkar mulai menari diatas gendering kekuasaan, hari ini Golkar bukan lagi menari melainkan menjilat kekuasaan sehingga kami memandang Golkar kehilangan marwahnya dan Golkar tidak lagi menjadi penentu arah politik nasional”. Pernyataan serupa juga keluar dari Mirwan B Vauly “Golkar hanya menjadi penonton, watching the movies ditengah panggung politik yang paling menarik 5 tahunan, yang manggung  hanya PDIP dan Gerindra dan mendapat keuntungan electoral”. Haris Rusli Moti merujuk kepada sejarah berdirinya Golkar menganggap Partai Golkar haru kembali kepada nilai dasar berdirinya Partai Golkar. Golkar dianggap partai yang mampu mengatasi dan bertransformasi dalam setiap dinamika politik yang terjadi. Golkar adalah Indonesia mini yang berisikan beragam kelompok dari kelompok agama, militer, nasionalis, sosialis dan Murba kecuali komunisme karena kelahiran Golkar emang antitesa terhadap komunisme. Sementara Khalid Zabidi berharap Golkar bisa berperan besar pada situasi politik bangsa yang sedang dilanda pengkutuban ideology dan politik identitas sesama anak bangsa, Golkar harus bisa menjadi penengah dan penyeimbang dengan nilai-nilai ideology Golkar yang berangkat dari Pancasila. Sehingga suhu politik yang makin panas ini bisa cepat mereda dan adem kembali. Para pembicara sepakat pada satu hal bahwa Partai Golkar adalah partai yang mampu memberikan jalan keluar bagi situasi politik nasional yang dianggap telah salah arah atau menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. (kabargolkar)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.