Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo (Tempo/Friski Riana)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Pakar politik dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Juanda menilai Partai Golkar dapat mengusung calon presiden atau calon wakil presiden (capres-cawapres) pada pemilu presiden 2024, jika dapat memaksimalkan perannya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua. "Partai Golkar adalah partai yang berpengalaman dan memiliki banyak kader yang berpengalaman juga," kata dia dalam diskusi bertopik Polemik: Golkar di Periode Kedua Jokowi, yang diselenggarakan sebuah radio swasta di Jakarta, Sabtu, 13/4.
Juanda menyarankan Partai Golkar hendaknya bersikap lebih responsif dalam menyikapi perkembangan zaman dan perkembangan politik nasional. Dia melihat melihat antara Partai Golkar dan Presiden Joko Widodo ada kedekatan secara politis. "Dan kedua pihak sama-sama dapat memanfaatkan kedekatan tersebut."
Menurut dia, Presiden Joko Widodo membutuhkan stabilitas politik dan keamanan pada pemerintahannya. Sedangkan, artai Golkar sebagai partai terbesar kedua setelah PDI Perjuangan, membutuhkan stabilitas kepemimpinan internal.
Juanda mencontohkan, Partai Golkar mengalami dinamika internal berkepanjangan sejak 2014 dan lalu mulai stabil setelah kepemimpinan Airlangga Hartarto, Desember 2017. "Relasi yang dibangun Presiden Jokowi dan Partai Golkar, sama-sama menjaga stabilitas. Kalau Partai Golkar stabil dan pemerintahan stabil, maka pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua akan berjalan lebih baik."
Juanda lalu mengusulkan agar pada pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua, haluan negara seperti Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) pada pemerintahan orde baru kembali dihidupkan. "Itu berperanan penting menentukan arah pembangunan negara sehingga menjadi lebih fokus dan terarah," kata dia.
Menurut Juanda, Partai Golkar sebagai partai yang berpengalaman, hendaknya dapat memanfaatkan momentum ini untuk mendorong amandemen konstitusi guna menghidupkan haluan negara. "Hal ini akan dapat meningkatkan popularitas Partai Golkar," katanya. (tempo)