fisik, intervensi langsung, perampasan wilayah dengan peperangan yang dilakukan suatu Negara terhadap Negara lain. Jikapun masih ada, seperti konflik Crimea antara Ukraina dan Rusia, atau konflik wilayah antara Azerbaizan dengan Armenia, atau antara Georgia dan Rusia, tidak berlangsung secara konvensional dengan cara-cara clasic di era sebelum perang dingin (cold war 1960 ). Operasi Intelijen mendahului keputusan-keputusan Negara yang terlibat dalam konflik tersebut atas target dan tujuan yang ingin dicapai untuk kemenangan sepihak. Negara sebesar Cina, Amerika, India, Rusia, tidak akan gegabah melakukan intervensi wilayah, memulai perang terbuka dengan negara lainnya. Pemerintahnya, akan melakukan telaah tindakan yang matang dari Intelijennya.
Di luar aktor negara dan organisasi non-negara yang berpotensi menjadi ancaman, adalah individu yang tidak terorganisir, bahkan tidak memiliki motif untuk menguasai negara, namun tindakannya menjadi ancaman yang dianggap berbahaya bagi Negara. Apa yang dilakukan oleh Julian Paul Assange, jurnalis investigatif bekas wartawan Australia yang menyebarkan informasi rahasia para pemimpin dan tokoh-tokoh terkemuka dunia, yang dia dapatkan dengan penelusuran IT yang terkenal dengan scandal WikiLeaks, yang merupakan media massa internasional yang mengungkapkan dokumen-dokumen rahasia kepada publik melalui situs webnya. Didirikan pada tahun 2006 oleh banyak orang dari berbagai negara yang memegang rahasia yang tidak disebutkan namanya, bermarkas di Stockholm, swedia. Pada tahun2010 situs wikileaks mengungkap dokument prang Afganistan dan 400 ribu dokumen perang Iraq, serta merilis pembocoran kawat diplomatik pemerintah AS. Apa yang Assange lakukan, menurutnya sebagai sebuah ekspresi kebebasan pers untuk memberitahukan kebenaran-keterbukaan kepada publik.
Semisal yang dilakukan Edward Snowden, bekas pegawai di NSA yang dituntut pemerintah AS dengan tuduhan membocorkan rahasia negara dan melanggar Espionage Act, pada kurun waktu yang hampir sama. Edward Snowden, melakukan apa yang dituduhkan sebagai Ancaman serius terhadap keamanan nasional atas tindakannya membocorkan kepada publik berbagai dokumen rahasia operasi-operasi intelijen Amerika Serikat, dilandasi oleh motif moralitasnya yang menganggap kebijakan tersebut salah, tidak sesuai dengan perinsip-perinsip kebenaran hidupnya. Tidak ada motif untuk mendapatkan sesuatu atau menguasai sesuatu.Ia hanya ingin dikenang sebagai pahlawan.
Dan, masih begitu bannyak lagi individu-individu yang tidak se-populer keduanya yang melakukan “Ancaman” terhadap negara di berbagai belahan dunia, dengan motif yang sangat pribadi. Contoh, para Hacker melakukan kegiatan yang mengancam bahkan merusak sistem informasi keamanan negara, hanya karena benci atau iseng atau sekedar uji coba kemampuan cyber war nya menembus cyber security. Mereka melakukan itu semua kadang tanpa disadari telah membahayakan keamanan Negara. Serangan cyber yang mendatangkan malapetaka separate NotPetya serentak menyerang sistem keamanan komputer seluruh dunia pada bulan juni 2017, merebak dari Ukraina menyebar ke negara-negara eropa hingga Amerika Serikat, bahkan masuk ke Indonesia. Yang menyebabkan kerusakan sistem data berbagai institusi bisnis di dunia, institusi sosial hingga lembaga-lembaga pemerintah. Bahkan di Ukraina, NotPetya menjebol sistem keamanan cyber Kementerian Pertahanannya. Akibatnya, semua data yang diperlukan user terkunci tidak bisa dibuka, yang pasti sangat merugikan. Sebelumnya pada 2017, serangan terhadap cyber security berskala besar menginfeksi 75.000 komputer di 99 Negara yang menuntut sejumlah tebusan oleh malware yang menamakan dirinya WannaCry, berhasil melumpuhkan lebih dari 2000 lembaga keuangan atau bisnis di berbagai belahan dunia dengan motif /ansomware. Bahkan lembaga pemerintahan Negara Rusia (departemen dalam negeri) hingga Rumah Sakit
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.