Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Suprapto Sukowati, Ketua Golkar Yang Membawa Kemenangan Di Pemilu Pertama 1971
  Kabar Golkar   21 Juli 2019
5 September 1966, Soeharto mengirim instruksi kepada empat panglima angkatan dalam ABRI untuk menyediakan fasilitas seluas-luasnya bagi perkembangan Sekber Golkar,” catat David Reeve. Selain itu koran kubu militer Indonesia, Angkatan Bersenjata, masih kata Reeve, rajin menyebut Sekber Golkar sebagai satu-satunya kekuatan regenerasi politik. Pada Mei 1968, ketika menjabat Ketua Umum Sekber Golkar, Sukowati dijadikan asisten urusan khusus di Departemen Pertahanan Keamanan (Hankam). Kala itu Menteri Pertahanan Keamanan dirangkap oleh pejabat Presiden Soeharto. Setelah muncul rencana Pemilu pada 1971, Sukowati mau tidak mau harus sibuk. “Dia melakukan serangkaian tur keliling Jawa Bali,” tulis Reeve. Dia mengunjungi pejabat daerah baik sipil maupun militer, dan tentunya pemuka masyarakat. Menjelang Pemilu 1971, Sekber Golkar lalu diringkas sebutannya, tanpa embel-embel 'Sekber' lagi. Dan belakangan hanya disebut Golkar. Peserta Pemilu yang tidak mau disebut partai ini tak ingin terlalu naif di awal Orde Baru. Di bawah Sukowati, Golkar sadar diri sebagai "anak bawang" dalam Pemilu 1971. Partai-partai lawan sudah membuktikan kekuatan suaranya pada 1955. “Bendahara Sekber Golkar, Drs. Moerdopo dalam bulan Maret 1971 menyatakan bahwa Golkar hanya berharap memenangkan 50 persen suara, plus satu,” tulis Heru Cahyono dalam Peranan Ulama dalam Golkar 1971-1980 (1992: 80). “Sukowati pun kelihatan merasa puas bila Golkar bisa masuk tiga besar, (NU, PNI, Sekber Golkar).” Meski tampak pesimis, sejatinya mesin Golkar bekerja sangat efektif. Apalagi berkat dukungan kekuatan daripada Soeharto. Yang terjadi terjadilah. Dalam Pemilu pertama Orde Baru itu Golkar meraih 34.348.673 suara atau 62,82 persen. Suatu hasil yang tidak bisa dibilang kecil. Kepemimpinan Sukowati adalah kepemimpinan Golkar pertama yang merasakan kemenangan dalam Pemilu. Dari 10 kontestan, Golkar nomor satu dan bisa menempatkan 236 wakilnya di parlemen. “Suprapto Sukowati tidak dapat menikmati hasil kemenangan Pemilu tahun 1971, beliau wafat pada tahun 1972,” tulis Soekanto dalam Golkar dalam Sorotan: Organisasi Kader, Bukan Sekedar Mesin Pengumpul Suara (1994: 3). Mayor Jenderal kelahiran Sragen, 12 November 1922 ini tutup usia pada 9 Agustus 1972 di Jakarta. Makamnya belakangan kerap dikunjungi para petinggi Partai Golkar. Setelah Sukowati tutup usia, di bawah Amir Moertono dan lain-lainnya, Golkar terus berjaya. Golkar selalu jadi juara tiap pemilu Orde Baru. Setelah Soeharto lengser, Golkar juga masih tergolong partai kuat, meski tak mudah lagi dapat suara seperti zaman sebelumnya. (Tirto)  
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.