KABARGOLKAR - Partai Golkar memiliki 10 organisasi kemasyarakatan (ormas) pendukung utamanya.
Trikarya sebagai ormas pendiri partai, 5 ormas yang didirikan partai sehingga dinamakan sebagai Hasta Karya dan 2 organisasi sayap, yang salah satunya adalah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).
Saat kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai nahkoda baru Beringin, Dr Ir Hetifah Sjaifudian, didapuk menjadi Ketua Umum PP KPPG.
Hetifah menyatakan siap mengemban jabatan ini dan telah mempunyai program jangka pendek dan menengah.
Kepemimpinannya di sayap partai yang hampir sama dengan periode kepemimpinan DPP Partai Golkar yang kurang lebih 1,5 tahun harus benar-benar dia pelihara secara efektif, efisien namun tetap produktif, berhasil guna dan berdaya guna, utamanya meningkatkan elektoral Partai Golkar dari suara perempuan.
Hetifah yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR-RI menargetkan harus ada penambahan jumlah perempuan sebagai anggota DPR-RI dari Golkar.
Menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan, legislator Senayan Dapil Kaltim Kaltara ini dengan tegas dan lugas memerinci visi besarnya menjadikan KPPG sebagai salah satu pilar utama kebangkitan dan kemenangan Golkar pada Pemilu 2019 mendatang, di Jakarta, Sabtu (21/4/2018), tepat di Hari Kartini. Petikannya:
Bagaimana visi yang Anda canangkan saat dipercaya menjadi Ketum KPPG?
Visi kami mendukung pemenangan Partai Golkar dengan memaksimalkan potensi kader dan ormas perempuan di politik praktis. Saya melihat gerakan politik perempuan Indonesia telah mencapai beberapa kemajuan penting, seperti makin banyaknya perempuan yang terpilih menduduki kursi di parlemen maupun jabatan publik lainnya. KPPG terus memberikan kesempatan kepada perempuan Indonesia berjuang melalui saluran parpol, Golkar, dalam rangka ikut melaksanakan serta mengawal tujuan berbangsa dan bernegara.
Dari pandangan Anda, apakah hal itu sudah memperlihatkan satu keberhasilan?
Saya kira masih jauh dari harapan dan perlu lebih keras lagi untuk bekerja meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik. Perjuangan ini belum selesai. Misalnya saja, perempuan Indonesia masih belum berhasil memegang porsi cukup besar dalam keterwakilan di parlemen.
Tidak terbantahkan krusialnya peranan perempuan dalam verifikasi faktual partai politik yang lalu.
Ke depannya, kami berkomitmen untuk mendorong peranan perempuan yang lebih bermakna. Pemilu 2019, menjadi arena pembuktian caleg, parpol dan capres serta cawapres mana yang diinginkan rakyat.
Bagaimana KPPG bisa membuktikan bahwa perempuan, khususnya dari Partai Golkar memperoleh dukungan signifikan dari pemilih?
Kami sudah menyusun program kerja. KPPG akan melaksanakan empat program unggulan secara maksimal untuk berkontribusi pada pemenangan Partai Golkar.
Program tersebut meliputi penguatan pribadi, guna menciptakan kader perempuan yang kompeten, berintegritas dan mampu memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan. Kedua, penguatan peranan perempuan dalam partai, dimulai dari peningkatan representasi dalam struktur partai serta mendorong pembentukan kultur dan kebijakan internal partai yang membuka kesempatan terhadap kepemimpinan perempuan. Program ketiga adalah penguatan konstituen (pemilih perempuan-red) agar menjadi pemilih yang cerdas serta memahami hak-hak politiknya. Sementara program keempat adalah penguatan kebijakan, melalui analisa dan perumusan isu-isu kebijakan serta mendorong sikap Partai Golkar agar memiliki keberpihakan kepada perempuan dan sensitif gender