Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pancasilaisme, Golkar Baru dan Generasi Milenial
  Kabar Golkar   05 Agustus 2019
[caption id="attachment_26447" align="aligncenter" width="700"] Ketua
DPR RI Bambang Soesatyo (Sumber foto: Liputan6news.com)
[/caption] Oleh: Bambang Soesatyo* kabargolkar.com - PANCASILAISME, seperti halnya eksistensi NKRI, adalah harga mati. Karena Pancasilaisme dan NKRI terus menghadapi tantangan, Golkar kini harus mengonsolidasi lagi semua sumber kekuatan nasional guna membentengi Pancasilaisme, termasuk merawat dan memperkokoh persatuan-kesatuan bangsa. Pancasilais adalah takdir Golongan Karya (Golkar). Karena Pancasilais, Golkar otomatis nasionalis. Konsekuensi logisnya, Golkar bersama kekuatan nasionalis lainnya harus menunjukan sikap sangat tegas saat Pancasila dan UUD 1945 dirongrong, dan ketika kebhinekaan ingin dikoyak-koyak. Lebih setengah abad lalu, tepatnya 1965, saat komunisme dijadikan alternatif untuk menggusur Pancasilaisme, Golkar Bahkan tampil sebagai garda terdepan yang menjaga dan membentengi Pancasila. Artinya, setiap kali ada kekuatan yang coba memaksakan ideologi lain untuk menggusur Pancasila, masalah atau tantangan itu langsung tak langsung merupakan panggilan sejarah bagi Golkar. Karena Golkar memang dilahirkan untuk membentengi sekaligus memastikan tetap tegaknya Pancasila di bumi Ibu Pertiwi. Jangan lupa bahwa dalam rentang waktu yang cukup panjang – lebih dari tiga dekade -- Golkar terus berupaya memastikan Pancasilaisme tertanam di setiap lubuk jiwa putra-putri bangsa. Generasi orang tua tentu masih ingat dengan program yang dikenal dengan sebutan P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Eka Prasetya Pancakarsa. Suka atau tidak suka, program P4 di masa lalu itu adalah bukti kuatnya keterikatan Golkar dengan Pancasilaisme. Jadi, bukannya mengada-ada, tetapi memang ada fakta dan alasan sejarah untuk meletakan beban yang proporsional di pundak Golkar sekarang ini, saat ada kelompok atau komunitas tertentu yang terus melancarkan propaganda atau hasutan untuk mengingkari nilai-nilai luhur Pancasilaisme. Sudah barang tentu kecenderungan itu selayaknya ditanggapi sebagai panggilan sejarah untuk Golkar. Sebagai kekuatan politik, Golkar tidak boleh minimalis. Sebaliknya, Golkar bisa saja berinisiatif untuk kembali berbuat. Bahu membahu dengan semua kekuatan bangsa dan generasi milenial khususnya, Golkar harus ambil bagian dalam upaya mengelimininasi ideologi apa pun yang bertentangan dengan Pancasila. Sebab, Pancasila berarti keutuhan NKRI untuk sekarang dan selama-lamanya. Golkar sangat berpengalaman karena sudah melakoni takdirnya dalam ‘perang ideologi’ sejak paruh pertama dasawarsa 60-an. Pada era itu, Golkar harus dihadirkan sebagai organisasi yang menyatukan kekuatan semua golongan di negara ini. Kalau diibaratkan bayi, Golkar harus lahir caesar dari rahim Ibu Pertiwi yang usia kandungannya belum lagi Sembilan bulan. Kelahirannya harus direncanakan dan dipaksakan, karena negara butuh tambahan kekuatan untuk menghalau paham komunis yang terus merongrong Pancasila dan UUD 1945. Para ahli strategi melahirkan apa yang dahulu disebut Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar pada Oktober 1964 oleh para pentolan TNI/Polri. Sekber Golkar menjadi wadah bersatunya semua organisasi kekuatan nasionalis dari berbagai golongan dan profesi. Jumlahnya sempat mencapai 291 organisasi. Dari jumlah itu, dilakukan pengelompokan berdasarkan orientasi atau kekaryaan setiap organisasi. Terbentuklah tujuh Kelompok Induk Organisasi (KINO), antara lain Kosgoro, Soksi, MKGR, Gakari dan organisasi kepemudaan dan organisasi profesi lainnya
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.