Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Jokowi Prioritaskan Pembangunan SDM, Hetifah: Butuh Komitmen Politik Anggaran
  Kabar Golkar   16 Agustus 2019
[caption id="attachment_27188" align="aligncenter" width="700"]
Hetifah Sjaifudian (foto: ig@hetifah)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam lima tahun ke depan. Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, langkah Jokowi yang memprioritaskan pembangunan SDM sebagai langkah positif yang harus didukung. Namun, jika langkah tersebut serius dilakukan maka harus ada perencanaan SDM yang jelas sehingga bisa mengena ketika diterjemahkan pada politik anggaran. Menurutnya, 20% APBN saat ini sebagian besar untuk pendidikan dasar dan menengah yang menjadi amanat konstitusi. ”Ke depan itu harus benar-benar kalau fokus ke SDM, itu bagus. Tapi kalau kita lihat, sekarang itu belum tercermin. Kemenristekdikti aja turun anggarannya ya jadi gimana nih caranya kita merealisasikan cita-cita Pak Jokowi. Kemenkeu belum men-support, belum memberikan perhatian atau komitmen politik anggarannya, padahal itu sudah harus mulai 2020, ini politik anggaran belum tampak,” tutur Hetifah, Jumat (16/8/2019). Berdasarkan Surat Edaran Bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dengan Menteri Keuangan RI Nomor S-338/MK.02/2019 dan Nomor B.241/M.PPN/D.8/KU.01.01/04/2019 tentang Pagu Indikatif Belanja K/L TA 2020 tanggal 29 April 2019, Kemenristekdikti RI mendapatkan pagu indikatif RAPBN TA 2020 sebesar Rp39,7 triliun. Angka tersebut turun dari pagu 2019 sebesar Rp40,2 triliun. Sementara pada 2018 sebesar Rp40,3 triliun. ”Tiga tahun saja menurun-menurun terus, jadi gimana kita mau mengatakan kita ingin meningkatkan kualitas perguruan tinggi kita,” paparnya. Padahal pada 2013 lalu anggaran Kemenristekdikti mendapat Rp41,3 triliun, 2014 sebesar Rp41,1 triliun, 2015 sebesar Rp42,7 triliun, 2016 sebesar Rp39,6 triliun, dan 2017 sebesar Rp39,7 triliun. Berdasarkan World Economic Forum (WEF) 2018, indeks daya saing Indonesia sebesar 64,9 dari skor 0-100 yang menempati ranking ke-45 dari 140 negara. Dari data skor daya saing tersebut, pasar tenaga kerja dan kemampuan inovasi bangsa Indonesia dinilai cukup rendah. BPS 2017 menyebut, jumlah pemuda Indonesia sebanyak 63,36 juta jiwa. Separuh dari pemuda Indonesia bekerja, yaitu sebesar 51,47%. Pekerja berpendidikan tinggi sebanyak 14,60 juta orang, mencakup 3,28 juta orang (2,71%) berpendidikan Diploma dan 11,32 juta orang (9,35%) berpendidikan Universitas. Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030. Jumlah angkatan kerja usia 15-64 tahun akan mencapai 70%, 30% adalah penduduk dengan usia non-produktif yakni di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. ”Pasar kerja membutuhkan kombinasi berbagai skills yang berbeda dengan yang selama ini diberikan oleh sistem pendidikan tinggi,” tuturnya. Dikatakan Hetifah, dari evaluasi yang dilakukan Panja DPR soal pendidikan tinggi di Indonesia, salah satu permasalahannya adalah ketidakmerataan pendidikan tinggi (PT). Ketersediaan PT yang belum mampu menampung lulusan sekolah menengah. Dari ribuan PT yang ada, hanya tiga PT Negeri yang masuk dalam World Class University yakni Universitas Indonesia (UI) pada posisi 277, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada posisi 330, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada posisi 301. ”Tapi ribuan lainnya belum
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.