18 April 2021
Zainudin Amali: Eksekutif, Legislatif, Yudikatif Akan Pindah ke Ibukota Baru
 
  27 Agustus 2019
  • Share :
[caption id="attachment_27559" align="aligncenter" width="660"] Ketua Komisi II DPR, Zainudin Amali . (Photo/DAKTA)[/caption] Kabargolkar.com -Presiden Joko Widodo telah memutuskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, yaitu sebagian di kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Ketua Komisi II DPR, Zainudin Amali mengatakan, nantinya seluruh lembaga negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif akan pindah ke sana. "Ya saya kira semuanya. Kalau ibu kota sekaligus jadi kota pemerintahan, berarti semuanya, tidak hanya yang 3 (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) itu. Semua lembaga negara yang terkait dengan pemerintahan pasti pindah," kata Amali di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8). Kemudian, lanjut Amali, Jakarta akan dijadikan sebagai pusat berbisnis. Dan seluruh gedung pemerintahan akan dialihfungasikan ke swasta setelah pemindahan ibu kota. "Jakarta tetap akan dikembangkan menjadi pusat bisnis. Jadi semua lembaga-lembaga bisnis, lembaga ekonomi ada di Jakarta," ujarnya. "Saya kira itu gampanglah, itu mudah. Pasti banyak yang tertarik untuk ditukar guling (antar gedung pemerintah dengan pihak swasta)," imbuh politikus Golkar itu. Amali mengaku telah membaca blue print perencanaan pemindahan ibu kota milik Bappenas. Pemerintah, kata dia, menargetkan kegiatan pemerintahan sudah dimulai pada tahun 2024. "Saya baca dari berkasnya Pak Bambang Brojo (Menteri Bappenas) bahwa 2020 semuanya sudah (berjalan pembangunannya). Kemudian setelah itu dimulai dengan pembangunan fisik, dan diperkirakan 2024 sudah mulai ada. Kita belum tahu apa yang duluan akan dibangun, bisa kantor presiden, bisa lembaga-lembaga negara," tutupnya. sumber: kumparan
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.