Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketua DPR: Politik Uang Masih Jadi Penyakit Bangsa
  Kabar Golkar   29 Agustus 2019
[caption id="attachment_27710" align="aligncenter" width="750"] Ketua DPR Bambang Soesatyo di peluncuran buku 'Akal Sehat: Bambang Soesatyo' di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). (Foto: Muhajir)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengatakan, pesta demokrasi 5 tahunan harus dievaluasi. Ini karena masih banyak praktik politik uang dalam penyelenggaraan pemilu. Dia menjelaskan, bangsa ini memiliki filosofi yang luar biasa seperti tertuang pada sila ke-4 Pancasila. Namun, hal itu ternoda dengan dengan praktik kotor tersebut. Menurut dia, jika praktik politik uang tetap dipertahankan, maka bisa saja demokrasi Indonesia akan tergantung pada perhitungan angka-angka. Pemilihan pemimpin tak lagi berdasar pada perjuangan aspirasi rakyat. “Banyak kader saat dilepas di ajang pemilihan tidak terpilih, karena nggak punya isi tas. Bukan lagi soal integritas,” kata dia saat menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran buku ‘Akal Sehat: Bambang Soesatyo’ di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Dia membeberkan, saat ini banyak calon legislatif maupun eksekutif yang tidak lagi menjual visi-misi saat berkampanye. Imbasnya, banyak juga rakyat yang suka jika tiap hari pemilihan. “Karena ada pemilihan, berarti ada pemasukan,” kata Bamsoet menggambarkan respons masyarakat saat Pemilu digelar. Dia menegaskan, praktik politik uang tidak boleh lagi dipertahankan. Ini karena akan berdampak pada kinerja para pemimpin bangsa. Terlebih lagi, anggapan yang selama ini berkembang, jika ingin duduk di kursi eksekutif maka harus mengeluarkan dana besar. Ini menurut dia penyakit yang harus disembuhkan. “Bahkan saya nggak yakin pemimpin-pemimpin itu bisa langsung bekerja untuk rakyat, karena untuk menuju ke sana biayanya sangat mahal,” ucap dia. Maka itu, dia meminta kepada para akademisi dan ahli untuk mengkaji sistem demokrasi yang saat ini dianut. Ini untuk menciptakan sistem yang jujur dan berimbas pada kesejahteraan. “Kalau nanti kesimpulannya demokrasi ini baik bagi rakyat, menguntungkan rakyat, dan mensejahterakan rakyat, kita tetap berjalan. Tapi kalau tidak, mari kita pikirkan lagi,” ujarnya. (indonesiainside) #Golkar #PartaiGolkar #KabarGolkar
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.