Diskusi CSIS “Anggota DPR Baru yang Muda: Apa yang Bisa Diperbuat?” (Photo/CSIS)[/caption]
Kabargolkar.com - Kendala utama DPR dalam mencapai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) adalah profesionalitas dalam menjalankan tugas. Prolegnas tidak mencapai target yang ditetapkan karena rendahnya tingkat profesionalitas dari para anggota DPR.
Demikian yang mengemuka dalam diskusi bertema ‘Anggota DPR Baru yang Muda: Apa yang Bisa Diperbuat’ di Aula CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).
Anggota Legislatif baru terpilih dari Partai Golongan Karya daerah pemilihan (Dapil) Jakarta, Christina Aryani mengemukakan pendapat terkait rendahnya kinerja legislasi, yang masih memungkinkan terjadinya trend legislasi yang berhasil diselesaikan tiap tahunnya.
" Kita melihat trend legislasi yang berhasil diselesaikan tiap tahunnya.
Disisi lain, jumlah yang banyak belum pasti baik, apalagi jika berujung judicial review di MK." ungkapnya
Lebih lanjut, dia menyarankan agar dalam penyusunan legislasi yang akan datang agar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang akan datang disusun secara realistis.
"Program legislasi nasional ke depan tidak perlu terlalu banyak seperti sekarang-sekarang ini, yang akibatnya adalah tidak terselesaikan, dengan tetap memprioritaskan kebutuhan regulasi bangsa." Tutup Christina Aryani
Selain Christina Aryani , diskusi hari ini juga dihadiri anggota DPR terpilih F-PAN Athari Gauthi Ardi, anggota DPR terpilih F PKS Dapil NTB Suryadi Jaya Purnama, anggota DPR terpilih F-NasDem Willy Aditya. (Angga Haryanto)