[caption id="attachment_29207" align="aligncenter" width="700"]
Aziz Syamsuddin. (Foto: Ari Saputra/detikcom) [/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Para caleg dan senator terpilih telah resmi menjadi anggota dewan, menduduki kursi sebagai anggota DPR RI dan DPD RI periode 2019-2024 setelah dilantik pada Selasa (1/10/2019) pagi. Dengan jumlah total sebanyak 711 anggota Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) yang terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), siap menjalankan tugas mengemban amanah sebagai rakyat.
Usai pelantikan, para anggota baru DPR ini pun telah memilih jajaran pimpinan baru mereka. Lima Pimpinan baru DPR ini merupakan representasi kelima parpol dengan perolehan suara terbesar pada Pileg 2019. Perwakilan dari kelima parpol tersebut pun berhak menempati jabatan tertinggi di DPR.
Kelima sosok pimpinan baru DPR RI ini yaitu Puan Maharani (PDIP) sebagai Ketua. Sementara Aziz Syamsuddin (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Rahmat Gobel (Demokrat), dan Muhaimin Iskandar (PKB) sebagai Wakil Ketua DPR.
Patut dicatat, Puan Maharani menjadi Ketua DPR perempuan pertama, sebagai wakil dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, parpol yang berhasil mendulang suara terbanyak dalam Pemilihan Legislatif 2019.
Partai Golkar menempatkan sosok kader muda namun kaya pengalaman, Aziz Syamsuddin, sebagai Wakil Ketua DPR. Dirinya pun merespons penugasan dan amanahnya dengan mengucap basmallah seraya mengatakan bahwa dirinya siap saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan sesama pimpinan DPR dan para anggotanya dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pimpinan DPR RI.
Aziz Syamsuddin dinilai layak menjadi wakil Partai Golkar mengisi posisi Wakil Ketua DPR. Dirinya telah lama dilihat sebagai kader dan sosok yang selalu dapat menjalankan tugas dengan baik. Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, selama Aziz Syamsuddin menjadi anggota DPR Komisi III, ia selalu mampu menjalankan peran dan tugasnya dengan baik.
Kabargolkar.com mencoba menampilkan secara singkat sosok Aziz Syamsuddin. Berikut profilnya yang dirangkum dari berbagai sumber:
Pendidikan
Aziz Syamsuddin mengenyam pendidikan tingkat menengah pertama di SMPN 3 Jember pada 1986, dilanjutkan pendidikan menengah atas pada 1989 di SMAN 2 Padang. Setelah lulus SMA, Aziz melanjutkan pendidikan dengan menempuh Strata-1 (S1) pada 1993 di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, sebelum pindah di Fakultas Hukum Trisakti.
Setelah itu, Aziz menuju Sydney pada 1998 guna menempuh pendidikan S2 bidang Finance di University of Western Sydney. Ia pun menimba ilmu S2 Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) pada 2003. Tak berhenti di situ, Aziz lantas melanjutkan pendidikan S3 Fakultas Hukum di Unpad pada 2007.
Awal karir sebagai bankir dan pengacara
Sebelum aktif berkecimpung di dunia politik, Aziz Syamsuddin sempat mencicipi karir sebagai seorang konsultan di American International Assurance (AIA) pada 1992. AIA adalah sebuah perusahaan asuransi jiwa dan kerugian. Setelah setahun, dirinya pun mencoba menjalani karir sebagai bankir dengan bergabung di Bank Panin melalui program ODP (Officer Development Programme) yang diselenggarakan bank tersebut.
Karirnya di perbankan pun tidak lama. Setelah berjalan selama 1,5 tahun, Aziz memutuskan untuk berhenti