Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Fraksi Golkar Minta Walikota Surabaya Awasi Penggunaan APBD Secara Ketat
  Kabar Golkar   31 Oktober 2019
[caption id="attachment_30626" align="aligncenter" width="700"] Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: jurnalberita)[/caption] kabargolkar.com, SURABAYA - Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya meminta Walikota Surabaya untuk lebih mengawasi penggunaan APBD 2020 mendatang. Pasalnya, di tahun 2020 mendatang Kota Surabaya akan menggelar Pilwali untuk mencari calon pemimpin yang mampu menggantikan posisi Walikota Tri Rismaharini. Ketua Fraksi Golkar Arif Fathoni mengatakan, dugaan adanya penyalahgunaan APBD sangat dimungkinkan yang bertujuan untuk membantu menjembatani calon tertentu yang diprediksi maju pilwali mendatang. “Kami meminta kepada walikota secara penuh melakukan pengawasan, jangan sampai APBD yang seharusnya untuk kepentingan rakyat itu digunakan sebagai jembatan kontestasi calon pengganti (Wali Kota),” jelasnya saat ditemui usai sidang paripurna yang membahas soal pandangan umum Fraksi terhadap rancangan APBD Kota Surabaya tahun 2020 di Gedung DPRD Kota Surabaya Jalan Yos Sudarso, Rabu (30/10). Dugaan ini, menurut Toni sapaan ketua fraksi partai Golkar ini, sangat dimungkinkan. Ia mencontohkan seperti terdapat posisi kepala OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Posisi ini menurutnya, memungkinkan untuk penyalahgunaan kewenangan khususnya dalam bidang kehumasan yang bersumber dari APBD untuk membentuk citra diri menghadapi Pilwali mendatang. “Contoh kepala Bappeko merangkap kepala DKRTH, dua-duanya punya program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya. Ia pun menjelaskan, seharusnya humas Pemkot Surabaya lebih berimbang dalam membantu pencitraan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Kepala dinas yang memerlukan publikasi atas prestasi yang diraih. “Humas Pemkot Surabaya itu harusnya digunakan untuk pencitraan kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota maupun kepala dinas yang dirasa perlu untuk diberitakan, tapi kan akhir-akhir ini yang dirilis ke teman-teman media itu kan kegiatan kepala Bappeko saja,” pungkasnya. (jurnalberita)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.