Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Sapi Lokal Potensi Besar Menuju Swasembada Daging
  Kabar Golkar   05 November 2019
oleh Tonny Saritua
Purba, anggota BPP PISPI (Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia),  fungsionaris Partai Golkar
kabargolkar.com - Saat ini Indonesia masih mengalami defisit daging sapi, Indonesia masih harus mengimpor daging dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan konsumsi daging di dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi daging sapi di dalam negeri tahun 2017 sebesar 354.770 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan daging sapi mencapai 604.968 ton. Sehingga untuk memenuhi kekurangan kebutuhan sapi sekitar 40 persen tersebut harus dipenuhi dengan melakukan impor daging sapi, baik dalam bentuk impor sapi bakalan maupun import daging sapi. Kekurangan penyediaan daging sapi tersebut bisa sebagai peluang besar buat para peternak sapi lokal di dalam negeri. Kondisi saat ini Negara kita masih tetap mengandalkan import daging sapi dari negara lain, hal ini terjadi karena industri peternakan sapi dalam beberapa tahun ini masih dalam tahap perkembangan. Salah satu faktor yang menyebabkan harga daging sapi tinggi adalah karena pasokan daging dari peternak sapi dalam negeri yang masih belum dapat mencukupi kebutuhan domestik. Baru sekitar 60% kebutuhan domestik terpenuhi produksi peternak sapi lokal. Faktor lainnya adalah lokasi produksi sapi dan pasar yang berjauhan, akibatnya rantai produksi menjadi panjang dan menyebabkan biaya transportasi yang tinggi dan berimbas kepada harga jual daging sapi. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah kemudian mengimpor daging sapi, terutama daging sapi beku, dengan tujuan untuk menstabilkan harga, namun demikian, impor daging sapi beku pun ternyata belum mampu menurunkan harga. Konsumsi pangan di Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, rata-rata yang konsumsi kalori dan protein dari tahun 2007-2015 berturut-turut adalah sebesar 1.934 kkal/kap/hari dan 55,11 gram/kap/hari. Angka tersebut masih dibawah standar kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi, dimana idealnya konsumsi kalori dan protein adalah sebesar 2.150 kkal/orang/hari dan 57 gram/orang/hari. Salah satu sumber protein dapat diperoleh dari daging sapi. Karenanya, produk peternakan merupakan komoditas yang bernilai tinggi. Biasanya seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat maka permintaan terhadap konsumsi daging sapi juga akan semakin meningkat pula. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan daya beli masyarakat serta didorong juga oleh perubahan pola konsumsi yang diakibatkan oleh kesadaran mengonsumsi makanan bergizi akan memberikan dampak meningkatnya permintaan untuk mengkonsumsi daging. Nilai impor daging sapi dari luar negeri yang masih berpotensi polemik terus dan ditambah dengan membanjirnya impor ternak sapi terutama dari Australia. Kondisi import daging setiap tahun sebenarnya bisa dijadikan sebuah peluang bagi bagi Negara terutama bagi peternak sapi lokal bahwa budidaya perlu segera dilakukan agar beberapa tahun ke depan import daging sapi bisa dikurangi dengan harapan swasembada daging sapi akan tercapai. Jika Negara kita tidak mau memulainya maka import daging sapi akan semakin besar setiap tahunnya, secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan para peternak sapi lokal
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.