Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kader Golkar Diharapkan Tidak Terjebak Praktik Politik Pragmatis
  Kabar Golkar   08 November 2019
[caption id="attachment_31025" align="aligncenter" width="750"] Anggota DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa. [/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Partai Golkar diharapkan tidak terjebak kepemimpinan yang oligarki dengan praktik-praktik politik yang sangat pragmatis. Kepemimpinan dan manejerial partai yang terukur, terbuka, transparan dan partisipatif kian jauh dari Partai Golkar. Demikian dikemukakan politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa kepada pers, Rabu (6/11/2019). "Kepemimpinan oligarki di Partai Golkar ini bisa dilihat banyaknya DPD yang dijabat Plt. Ini kan salah satu indikator kepemimpinan oligarki," kata Agun. Dia heran bagaimana menjalankan organisasi kalau kepemimpinannya Plt? "Plt itu kan bukan kehendak pemilik kedaulatan, tapi itu dari “top-bottom”, sementara demokrasi itu “bottom-up”," ujarnya. Kalau sudah bicara kepemimpinan Plt pasti “like and dislike”. Secara logika politik, Agun mengatakan tidak mungkin penempatan Plt di semua Ketua DPD I Partai Golkar tidak ada kaitannya dengan Munas Golkar pada Desember mendatang. "Dalam kepemimpinan partai yang oligarki, rapat-rapat hanya formalitas belaka," kata Agun. Dikatakan tidak ada perdebatan dan diskursus yang bagus, yang pada akhirnya bisa menghasilkan keputusan yang dibisa diterima semua pihak, karena sudah melewati diskursus yang mendalam. Agun mengatakan penurunan suara/kursi Partai Golkar dan hanya menjadi juara ketiga pada Pemilu 2019 - terburuk sepanjang sejarah partai - memang tidak hanya disebabkan faktor kepemimpinan Ketua Umum, tetapi juga banyak faktor seperti posisi dan citra soiliditas partai yang rapuh. "Itu semua bisa diperbaiki bukan hanya dengan kepemimpinan partainya, namun institusi partainya juga harus diberesin," ujar Agun. Dia mengajak para kader dan aktivis partai, khususnya dari kalangan milenial/muda, berpikir objektif dan rasional dalam membangun Partai Golkar ke depan. "Jangan lagi menggunakan praktik-praktik pragmatisme. Saya tantang kader milenial/muda dan aktivis partai apakah kalian mau berdiam diri melihat kepemimpinan yang oligarki seperti ini?" ujar Agun. Kepada ketua-ketua DPD dan Organisasi Hastakarya sebagai pemilik suara di Munas, dia mengajak untuk kedepankan hal strategis dan rasional demi membangun Partai Golkar. (tribun)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.