Melki Laka Lena Terima Perwakilan Demo Serikat Rakyat Miskin Indonesia Tolak BPJS di DPR RI
[caption id="attachment_31203" align="aligncenter" width="1152"]
Melki Laka Lena (tengah). ( kabargolkar.com )[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Serikat Rakyat Miskin Indonesia melakukan demo menolak BPJS Ke Gedung DPR RI, pada Senin sore (11/11/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Melki Laka Lena dari Fraksi Partai Golkar (Dapil NTT II) yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bersama perwakilan anggota Komisi IX H. Alifuddin (F. PKS, Kalbar I), Abidin Fikri (F. PDI-Perjuangan, Jatim IX), Darul Siska (F. Partai Golkar, Sumbar I), dan Wenny Haryanto (F. Partai Golkar, Jabar VI) menerima audiensi dari Perwakilan Demo Serikat Rakyat Miskin Indonesia.
Perwakilan tersebut terdiri dari SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia), LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi) , FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia), DPP API Kartini, dan Serikat Tani Nasional.
Mereka mengajukan tuntutan, yang salah satunya adalah agar BPJS dibubarkan. Menurut mereka, BPJS bukan lagi jaminan kesehatan sosial tetapi asuransi sosial yang mana rakyat Indonesia tidak dapat menikmati jaminan kesehatan secara nasional. Mereka pun menunjukan dengan data perihal Jamkesda lebih baik daripada BPJS yang sebagaimana dicontohkan di daerah Sulawesi Selatan. Belum lagi pola pengelolaan BPJS yang jadinya membuat defisit negara semakin luar biasa besar.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa aspirasi yang mereka kemukakan telah dibahas beberapa hari lalu bahkan sampai pagi dengan mitra kerja yaitu Kemenkes RI, BPJS Kesehatan, dan mitra-mitra yang terkait.
"Ini (pembahasan dengan mitra kerja-red) belum Final dan kami akan terus berupaya untuk memperjuangkan BPJS kelas III agar tidak naik. Dalam audiensi ini ada yang menarik, data lapangan teman-teman yang hadir sebenarnya memperkaya teman–teman di komisi IX, yaitu memberikan data bahwa Jamkesda (dulu) konsepnya yang baik itu bisa kita adopsi untuk diterapkan dalam pola yang sekarang," jelas Melki Laka Lena.
Lebih lanjut, Melki Laka Lena mengatakan pola yang diadopsi tersebut bisa menekan biaya menjadi murah. "Dengan biaya yang murah bisa mencover dan tidak defisit dan juga ada di daerah Sulawesi Selatan yaitu rumah sakit tanpa kelas, mereka sebut dengan 'Rumah sakit sayang rakyat'," lanjutnya.
[caption id="attachment_31204" align="aligncenter" width="1140"]
Melki Laka Lena bersama perwakilan anggota Komisi IX menerima audiensi dari Perwakilan Demo Serikat Rakyat Miskin Indonesia, Senin (11/11/2019). ( kabargolkar.com )[/caption]
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD Golkar NTT ini mengapresiasi masukan dari para peserta demo.
"Dengan banyaknya masukan ke kami akan menemukan mana yang salah dari akar permasalahan BPJS ini. Sebenarnya negeri ini tidak pernah kekurangan ide-ide kreatif dan inovatif untuk setiap permasalahan. Hanya memang kekurangannya tidak atau jarang diterapkan di Nasional," pungkas Melki Laka Lena. (*)