Lambang Partai Golkar. (Foto: Ricardo/jpnn)[/caption]
kabargolkar.com, PALU - Jelang perhelatan Musyawarah Nasional atau Munas Golkar, elite DPD tingkat I sebagai pemilik suara menyampaikan pandangannya. Arus dorongan agar munas bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat terus disuarakan.
Kali ini, munas diharapkan bisa aklamasi disuarakan Ketua DPD Golkar Sulawesi Tengah, Arus Abdul Karim. Ia menilai, tak ada masalah dengan peluang terjadinya aklamasi. Dinamika untuk mengarah aklamasi akan membesar mengingat mayoritas pemilik suara diprediksi sudah merapat ke Airlangga.
"Sangat dimungkinkan untuk aklamasi, mengingat mayoritas kader sudah memberikan dukungannya kepada Pak Airlangga. Saya semakin optimis Pak Airlangga akan menjadi ketua umum begitu Pak Bamsoet menjadi ketua MPR," ujar Arus Abdul Karim, Rabu malam, 13 November 2019.
Dia menekankan tak ada persoalan jika Munas Golkar yang digelar pada 4-6 Desember 2019 akan musyawarah mufakat. "Kalau dimungkinkan musyawarah mufakat, mengapa tidak? Insya Allah, bisa," jelas Arus.
Maka itu, ia pun mengimbau kembali agar semua kader Partai Golkar solid dan tak membuang energi serta waktu. Jangan sampai memunculkan perpecahan di internal Golkar sehingga membawa dampak buruk ke depannya untuk partai. Sebab, agenda politik ke depan sudah menanti seperti persiapan Pilkada 2020 dan Pemilu 2024.
"Jangan sampai Munas Golkar berpotensi memecah belah partai. Itu yang harus dihindari," tuturnya.
Dia pun merincikan kekuatan suara Golkar Sulteng untuk munas nanti yang terdiri dari 14 yakni satu suara DPD Tingkat I, satu suara tingkat kota dan 12 suara tingkat kabupaten.
Arus pun menyinggung sikap Bambang Soesatyo atau Bamsoet yang saat menjelang perebutan kursi Ketua MPR mendapat restu dari Airlangga sebagai Ketum Golkar. Saat itu, Bamsoet cooling down dari pencalonan bursa caketum karena mendukung Airlangga selaku caketum petahana.
"Ketika Pak Airlangga Hartarto mendukung Pak Bamsoet habis-habisan untuk menduduki kursi ketua MPR, semua sudah clear. Pak Bamsoet sudah di MPR, ya, Pak Airlangga tetap bertahan sebagai Ketua Umum Partai Golkar," ujarnya. (vivanews)