Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Jokowi Butuh Cawapres Kaya Pengalaman dan Kuasai Perihal Ekonomi
  Kabar Golkar   08 Mei 2018
dari Nawacita dan Program tol Laut, lalu kemudian menjabarkannya secara teknis untuk membangun sektor ekonomi di masyarakat. Visi ke depan Jokowi harus menggenjot pembangunan sektor ekonomi agar dapat tumbuh di atas 5 persen. Dan, untuk mencapai itu, Jokowi wajib menggenjot sektor industri manufaktur. Sebagai gambaran, industri manufaktur adalah penopang utama sektor ekonomi negeri ini. Industri manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB (20,16% pada tahun 2017). Dengan mengerti dan memahami industri manufaktur, dapat mengoptimalkan kinerja sektor tersebut. Saat ini, sektor industri tengah berada dalam era revolusi industri jilid empat, atau lebih mahfum dengan sebutan revolusi industri 4.0. Kementerian Perindustrian yang dikomandoi oleh Airlangga Hartarto sigap menghadapi ini. Strategi atau road map untuk menghadapi era industri 4.0 ini telah disiapkan, tertuang dalam 10 strategi prioritas nasional. Airlangga Hartarto menyadari bahwa revitalisasi industri manufaktur melalui gerakan ‘Making Indonesia 4.0’ sangat penting. [caption id="attachment_5329" align="aligncenter" width="798"] Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan Making Indonesia 4.0 dalam acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2018, di JCC, Jakarta, Rabu (4/4/2018). [/caption] Kemampuan industri Indonesia beradaptasi dengan Era Industri 4.0 dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas industri manufaktur, memberikan kontribusi besar pada peningkatan ekonomi sehingga PDB dapat bertumbuh di atas 5,5%. Pemerintah pun telah mempersiapkan sektor industri prioritas di era industri 4.0 ini. Keberhasilan membangkitkan industri manufaktur, akan memperkuat pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan Nawacita, yaitu Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Keberadaan orang yang akan mendampingi Presiden Jokowi di pilpres 2019, harus dapat memberikan masukan-masukan agar sektor ekonomi ‘meroket’, dengan menjadikan industri manufaktur sebagai prioritas utama, sebagai mesin penggerak ekonomi. Sosok Airlangga Hartarto sangat tepat untuk menduduki posisi sebagai cawapres. Pasalnya, Airlangga sendiri sudah memahami bidang usaha, dengan demikian, mampu memahami keinginan para pengusaha. Sebagai seorang yang juga paham ekonomi, tentu beliau paham langkah-langkah terbaik memajukan industri, memajukan sektor ekonomi, dan menjadi jembatan yang dapat menghubungkan keinginan dan kebutuhan para pelaku industri serta memahami hambatan serta tantangan ekonomi ke depan. Pemerataan ekonomi dan kesejahteraan akan meningkatkan kualitas  hidup manusia Indonesia. Penjabaran Tol laut dan pembangunan infrastruktur akan membangun koneksi pusat-daerah, kota-desa, mewujudkan salahsatu konsep Nawacita, yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.  Pemikiran, serta gerak langkah Airlangga Hartarto sebagai pendamping Jokowi akan memastikan itu. Tak sekedar paham ekonomi Selain nilai lebih Airlangga Hartarto sebagai seorang yang sangat memahami ekonomi, jangan lupa posisinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Partai besar yang telah mengakar di seluruh pelosok negeri, dan mempunyai mesin politik partai mumpuni. Lihat saja letupan-letupan dukungan di berbagai pelosok yang menggaungkan pasangan Jokowi-AH. Bila sudah resmi, tentu saja mesin partai beringin akan menyalak mengoptimalkan segala sumber daya demi memenangkan pasangan tersebut. Program-program Jokowi layak diteruskan. Untuk memastikan itu, butuh kestabilan politik. Partai Golkar sebagai partai besar, bersama PDIP dan partai pengusung Jokowi akan menjaga kestabilan itu. Partai Golkar menempati posisi kedua peraihan suara terbesar setelah PDIP pada Pemilu 2014, dengan raihan suara sebesar 14,75%, akan memainkan peran dominan melakukan penjagaan terhadap program-program pemerintah. Bahkan, dalam beberapa
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.