Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Presiden Jokowi Bantah Menterinya Intervensi Munas Golkar
  Kabar Golkar   02 Desember 2019
kabargolkar.com, JAKARTA - Kubu bakal caketum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuding tiga Menteri Presiden Joko Widodo mengintervensi kader Golkar agar memilih petahana Airlangga Hartarto sebagai Ketum Golkar. Jokowi angkat bicara terkait hal ini. "Sebagai partai besar yang memiliki pemgalaman panjang politik, nggak mungkin diintervensi menteri, diintervensi eksternal. Itu isu-isu yang biasa dalam politik," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2019). Adapun 3 menteri yang dituding kubu Bamsoet mengintervensi pemilihan ketum Golkar adalah Mensesneg Pratikno, Menseskab Pramono Anung, dan Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Jokowi menilai tak masuk akal bila pihak eksternal bisa mendikte Golkar. "Setneg intervensi Golkar jagoan men (banget) setneg. Kenal 1 DPD pun enggak. Ada setkab, apa urusannya dengan munas Golkar? Itu urusan internal partai," kata Jokowi. "Kalau saya, saya mau undang terbuka, DPD undang, Berbicara mengenai kenegaraan, kalau urusan munas urusan internal Golkar," imbuhnya. Sementara itu jika Luhut ikut berperan dalam munas Golkar, menurut Jokowi, itu adalah hal yang wajar mengingat Luhut adalah politikus Golkar. Hal yang sama juga berlaku kepada menteri lain yang berasal dari Golkar, yakni Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menpora Zainudin Amali. "Kalau misal ada menteri Pak Luhut, Pak Luhut kan Golkar, atau Pak Agus Gumiwang kan Golkar, Pak Amali kan Golkar," sebutnya. (detik)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.