Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dedi Mulyadi Akan Buat Ciamis Seperti Kawasan Ubud di Bali
  Kabar Golkar   08 Mei 2018
kabargolkar - Sejumlah pandangan miring sering ditujukan pada Kabupaten Ciamis yang sejak Pangandaran memisahkan diri jadi kabupaten, daerah di ujung Jabar itu kini kehilangan pendapatan asli daerah. Ditambah lagi, Ciamis juga memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) rendah di Jabar yakni di bawah Rp 1 juta, imbas dari tidak adanya kawasan industri padat modal atau padat karya di wilayah tersebut. Penduduknya banyak yang melancong ke luar daerah, tak ayal, Ciamis kerap disebut kota pensiun. ?Calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyambangi Situs Ciung Wanara di Kabupaten Ciamis, menghadiri Upacara Adat Ngikis yang kerap digelar menyambut puasa. Dedi berpendapat, meski Ciamis memiliki UMK rendah karena tidak adanya industri, namun warganya memiliki kreatifitas tinggi dan jadi pelaku industri kreatif di bidang kuliner. "Warga Ciamis kebanyakan melancong di daerah lain dan sukses, kebanyakan dari mereka menguasai industri UMKM kuliner. Sebut saja pangsa pasar kerupuk Cikoneng, rongsokan baja besi, tahu bulat, galendo dan lain sebagainya. Jadi, UMK rendah tidak terlalu berpengaruh karena warganya bekerja di industri kreatif," kata Dedi. Malahan kata dia, Ciamis memang tidak butuh kawasan industri karena karakter warganya yang bekerja di sektor non formal atau sebut saja industri kreatif makanan justru menopang kehidupan mereka. "Tinggal ke depan, visi saya jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur bersama Pak Deddy Mizwar, kuncinya adalah membranding setiap industri kreatif di Ciamis hingga produksi dan distribusinya meningkat," kata Dedi. Di sisi lain, kata Dedi, alam dan lingkungan di Ciamis sangat mendukung berkembangnya pariwisata berbasis budaya. Ia mencontohkan, sistem sawah terasering di Ciamis yang berkelindan dengan kawasan konservasi hutan yang asri. Termasuk, masih memberlakukan bajak sawah dengan kerbau. "Sehingga, ke depan mimpi saya tentang Ciamis seperti memimpikan Ubud di Bali. Ciamis ke depan adalah sebuah daerah dengan alam yang asri, kaya nilai budaya yang semuanya dikemas dalam konsep pariwisata dengan memadukan alam dan budaya. Sangat mungkin karena mental warganya sudah survive, kreatif. tinggal butuh dorongan," katanya. Apalagi, Ciamis yang sebelumnya dikenal dengan nama Galuh, memiliki sejarah peradaban panjang kerajaan Sunda di Jabar. Seperti diketahui, Kerajaan Galuh berdiri sekitar 620-an M dan pada 830-an M jadi Kerajaan Sunda?. Kemudian pada 1400-an Masehi, berubah jadi Kerajaan Pajajaran. Sehingga, tak ayal karena sejarah panjang peradabannya, banyak situs-situs sejarah di Ciamis. "Nah itu, Ciamis itu dulunya Galuh. Tanpa ada Galuh, tidak akan ada Kerajaan Pakuan Pajajaran, tidak akan ada Keraton Cirebon. Sehingga, ke depan visi kami, menciptakan museum besar Raja Galuh sebagai pengingat penghubung peradaban sekarang dengan masa lalu. Kami akan libatkan tim ahli dari perguruan tinggi serta arkeolog untuk membangun Museum Besar Raja Galuh di Ciamis," kata Dedi. {tribunnews}      
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.