Wirendra Tjakrawerdaja. [foto: kabargolkar][/caption]Wirendra Tjakrawerdaya, politisi muda Golkar
kabargolkar.com - Sesuai dengan Visi Negara Kesejahteraan 2045 (VNK 2045), arah pembangunan nasional seharusnya diprioritaskan pada pembangunan di pedesaan. Berdasarkan data pekerja di Indonesia atau dua pertiga dari seluruh pekerja bekerja di sektor informal dan berada di daerah pedesaan.
Kekuatan ekonomi rakyat sesungguhnya berasal dari pedesaan. Maka dari itu pembangunan sebaiknya difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan menaikan kesejahteraan di desa sebagai basis pembangunan nasional. Pendekatan ini efektif untuk memperkecil jurang ketimpangan ekonomi dan kesejahteraan yang selama ini kita rasakan di karenakan mayoritas kekuatan ekonomi nasional masih terdapat di daerah perkotaan.
Pembangunan di desa ditekankan pada pengembangan kesehatan dan pendidikan agar kualitas sumber daya manusia (SDM) nya dapat menunjang untuk pembangunan ekonomi. Pengembangan ekonomi pedesaan sebaiknya juga dibangun melalui kewirausahaan yang bergabung dalam bentuk koperasi sebagai penggerak utama usaha kecil dan menengah yang berasaskan kekeluargaan sesuai dengan nilai – nilai Pancasila.
Pengembangan ekonomi desa berbasis pada pertanian, perkebunan, kelautan dan potensi – potensi lokal lainnya. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang produktif dan mengembangkan industri di pedesaan.
Peran pemerintah dalam hal ini harus menunjang di bidang pembangunan infrastruktur dalam segala hal. Tidak ketinggalan juga berbagai macam bantuan keuangan seperti bantuan permodalan dan perbankan serta diberikannya insentif pajak.
Diharapkan peran sektor swasta dan kamar dagang nasional dapat membantu menjadi mitra strategis dan pembinaan intensif dalam pengembangan SDM agar industri di pedesaan dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional menuju negara industri maju di tahun 2045. (*)