Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan Akhir Tahun Ketua MPR: Kemenangan yang Mempersatukan
  Kabar Golkar   24 Desember 2019
yang nyaris terberai-berai karena alasan perbedaan itu. Sosok Presiden terpilih itu, bersama rekan-rekannya, sampai pada kesadaran bersama, dan juga bersepakat bahwa kemenangan mereka di Pilpres 2019 tidak boleh menambah persoalan bagi bangsa, baik sekarang maupun di kemudian hari. Tidak pula kemenangan itu boleh menggoreskan luka baru bagi mereka yang merasa kalah. Menjadi tidak elok pula jika pemenang bersikukuh menerapkan prinsip the winner takes it all. Kemenangan itu haruslah menjadi solusi, pun menyembuhkan, serta menjadi sumber kekuatan yang mempersatukan dan merawat keberagaman. Menyatukan kembali warga bangsa yang terpolarisasi menjadi yang paling utama. Harmonisasi kehidupan bermasyarakat harus diupayakan dengan tulus dan penuh kesungguhan. Tulus dan Kesungguhan Sebagaimana dicatat bersama,upaya mengakhiri polarisasi masyarakat tidak berhenti pada pertemuan Jokowi dengan sang rival, Prabowo Subianto, di Stasiun Lebak Bulus Jakarta pada pekan kedua Juli 2019. Tulus dan kesungguhan Jokowi berlanjut saat dia menggodok formasi kabinet. Kejutan dan juga sangat menggembirakan karena Prabowo bersedia masuk dalam Kabinet Indonesia Kerja. Rivalitas keduanya yang begitu sengit di ajang Pilpres 2019 diakhiri dengan cara yang sangat elegan. Demi kepentingan negara dan bangsa yang jauh lebih besar dan strategis, kedua sosok itu mewujudkan kebersamaan dan mengabdi kepada negara. Memang ada kelompok mencemooh Jokowi, ada pula yang mengejek Prabowo. Respons negatif kepada Jokowi-Prabowo itu karena mereka berpikir sempit dan lebih mengutamakan kepentingan sendiri atau kelompok. Bukan kepentingan bangsa dan negara. Sedangkan kebersamaan Jokowi-Prabowo dalam pemerintahan sekarang ini lebih mencerminkan niat tulus keduanya untuk mengakhiri polarisasi masyarakat. Keduanya mendorong seluruh elemen bangsa untuk merajut lagi persatuan dan kesatuan demi terwujudnya stabilitas nasional dan ketertiban umum. Mewujudkan dua faktor ini sangat penting, tidak hanya demi kenyamanan semua warga negara, tetapi juga untuk merawat citra bangsa dan negara dalam pergaulan antar-bangsa. Cara Jokowi dan Prabowo menutup rivalitas mereka dalam berpolitik tidak hanya memuat pesan, tetapi juga mengandung pembelajaran bagi masyarakat, terutama mereka yang awam dalam politik praktis. Keduanya membuktikan bahwa tidak ada yang abadi dalam politik. Tidak ada lawan abadi, pun tak ada pula kawan abadi. Hanya ada kepentingan. Untuk mencapai tujuan, etika yang berlaku adalah taat aturan untuk melakoni persaingan sehat, bukan perilaku politik yang dibungkus sikap bermusuhan. Seperti halnya laga sepak bola, tim pemenang dan tim yang kalah berjabattangan di akhir pertandingan, berangkulan, hingga bertukar kaus seragam. Begitu pula dalam berpolitik praktis. Di permukaan, masyarakat bisa melihat bahwa masih kelompok-kelompok tertentu yang coba mempertahakan dan memelihara polarisasi itu. Jangan terkecoh. Mereka tidak menyuarakan aspirasi masyarakat, tetapi sedang memperjuangkan kepentingan kelompoknya. Baik kepentingan ekonomi atau kepentingan bisnis, maupun agenda lain demi kepentingan asing. Pada peringan Hari Bela Negara tahun ini, Kementerian Pertahanan mengemukakan bahwa Indonesia dewasa ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya hingga persoalan pertahanan dan keamanan. ‘’Tantangan dan ancaman yang kompleks tersebut membutuhkan persatuan dari kita semua. Setiap anak negeri jangan pernah mau dipecah belah karena perbedaan sikap politik,’’ kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ada kekuatan asing dibalik kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar negara Pancasila. Dan, karena Indonesia kaya akan sumber alam, ada pula kekuatan asing yang ingin menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa agar bisa meruntuhkan Negara Kesatuan Repubik Indonesia. Hanya persatuan dan
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.