Kabargolkar.com - Tiba di DPP Golkar yang berlokasi di kawasan Slipi, Jakarta Barat, pada pukul 11.00 WIB, Paloh disambut Airlangga bagaikan sahabat lama. Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, langsung berpelukan dengan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto, saat tiba di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, senin (9/3/2020).
Kunjungan ini bermaksud menyambung silaturahmi diantara kedua partai poliik di tengah ketidakpastian global, termasuk penyebaran wabah virus korona (COVID-19) hingga perang dagang antar ekonomi raksasa, Airlangga berharap pertemuan kedua partai dapat memperkuat politik Indonesia.
"Kita lihat perkembangan wabah korona maupun persoalan perdagangan dunia, hingga menurunnya harga minyak, tentunya Indonesia berada dalam posisi yang penuh tantangan. Tapi, kami yakin partai koalisi pemerintah, apalagi kerja sama Nasdem dan Golkar dapat seiring sejalan. Ini akan memperkuat politik Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian," paparnya.
Sementara itu, Paloh menilai pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, namun juga bermanfaat bagi kepentingan bangsa. "Ini merupakan sebuah momentum yang bersejarah bagi kedua partai. Karena kunjungan kali ini bisa dimkanai bukan hanya silaturahmi, tapi lebih jauh dari pada itu," tukas Paloh.
"Pertemuan ini juga merupakan hubungan yang memberikan asas dan manfaat dalam mengatur strategi besar bagi kepentingan bangsa. Serta, masuk dalam kepentingan Golkar dan Nasdem," imbuhnya.
Melalui pertemuan ini, lanjut Paloh, pihaknya berharap komunikasi batiniah antara kedua pihak dapat lebih baik, sebagai modal ke depan. "Saya berpikir Ketua Umum Golkar juga mempunyai harapan yang sama. Satu yang kita harapkan bersama, yakni komunikasi batiniah, silaturahmi batiniah di antara kita harus lebih baik, harus lebih dekat, harus lebih kuat," urai Paloh.
Sebagai partai pengusung pemerintah Jokowi-Amin, Golkar dan Nasdem diharapkan dapat berperan sedemikian rupa. Sekaligus, mampu menciptakan kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat.