27 September 2021
Fungsionaris Golkar dan Alumni Puteri Indonesia Ini Beri Komentar Soal Kalista Iskandar
  Nyoman Suardhika
  09 Maret 2020
  • Share :
credit photo/ Lia Rungkat

Kabargolkar.com - Masih soal performa Kalista Iskandar di ajang Puteri Indonesia 2020 yang menyita perhatian masyarakat. Seperti diketahui, salah satu momen paling dibicarakan dari malam puncak Puteri Indonesia 2020, saat Kalista Iskandar, perwakilan dari Sumatra Barat, dinilai tidak hafal Pancasila.

Di putaran 6 besar malam puncak Puteri Indonesia 2020, Kalista Iskandar salah menjawab pertanyaan dari salah satu juri, yakni Ketua MPR RI, Bambang Seosatyo, tentang Pancasila. Publik mengkritisi performa Kalista Iskandar malam itu.

Sejumlah pihak angkat bicara soal Kalista Iskandar termasuk kalangan  dari selebritas, Presenter berita, penyanyi, hingga mantan kontestan Puteri Indonesia (Alumni PI) 2002, Berlian Benyamina Rungkat.

Lewat keterangan tertulisnya ke redaksi Kabargolkar.com, senin (9/3/2020). Perempuan yang kini menjadi fungsionaris DPD Golkar Jakarta ini, berturut prihatin dengan kejadian yang dialami oleh adinda Kallista kontestan Puteri Indonesia 2020 dari Provinsi Sumatera Barat. Baginya semua pasti akan megalami yang namanya demam panggung dan depan khalayak ramai.

" Saya turut prihatin dengan kejadian yg di alami oleh adinda Kallista,Puteri Sumatera Barat. Saya rasa semua kontestan yang lain nya juga nervous dan demam panggung. No reason untuk tidak hafal Pancasila, Sila ke 4 dan ke 5. Seharusnya bila salah ucap pun masih bisa diulangi yang bener." Ucap Alumni Puteri Indonesia 2002 perwakilan provinsi Gorontalo tersebut.

Sebagai mantan Alumni PI 2002, lanjut Lia Rungkat (sapaan akrabnya). Moto Puteri lndonesia yakni "Brain, Beauty, Behavior" seluruh kontestan yang berhasil masuk kriterium dan juga menjadi representasi nomer satu perwakilan Daerahnya, adalah para wanita cerdas karena sudah melalui proses penyaringan yang ketat dan tidak sembarangan.

" Moto dari Puteri lndonesia tersebut "Brain, Beauty, Behavior". Saya yakin seluruh finalis yang masuk karantina adalah wanita cerdas karena sudah melalui proses penyaringan yang ketat dan tidak sembarangan." Tegas Lia Rungkat

Penghapusan Penataran P4

Lebih lanjut, menurut Lia Rungkat kejadian yang menimpa Kallista, juga menjadi pekerjaan buat kita semua soal pentingnya pembelajaran kembali program program yang berhubungan dengan pengetahuan Pancasila. Dulu ada penataran Pedoman, Pengahayatan, Pengamalan, Pancasila dimana setiap relung kehidupan bisa teresapi dalam kehidupan, namun penghapusan pasca Reformasi 1998 P4 ini ditiadakan.

" Sejak   memasuki  reformasi penghapusan Penataran P4 bisa jadi membuat banyak orang lalai dengan Pancasila. Hikmah dari kejadian ini, generasi Millenial harus lebih memahami sejarah bangsa dan kembali menghayati kehidupan berpancasila seperti saat adanya P4 seperti dahulu" Tutupnya


Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.