02 Desember 2020
Mengatasi Krisis Beras Tanam Padi Gogo
  Nyoman Suardhika
  10 Mei 2020
  • Share :
Credit Photo / Istimewa

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com - Berbicara pertanian tentu tidak bisa dilepaskan dari dua hal yaitu luas lahan pertanian dan jumlah pelaku tani. Data yang saya dapatkan dari Kementan tahun 2018 mengenai luas lahan sawah Indonesia mencapai 8,19 juta hektar, jumlah tersebut terdiri 4,78 juta ha merupakan sawah yang memiliki irigasi tehnis dan 3,4 juta ha sawah yang mengharapkan adanya air hujan (tadah hujan).

Menanam padi di lahan sawah yang memiliki irigasi tehnis kapan saja bisa dilakukan karena ketersediaan air selalu ada, selama 2 tahun bisa panen 5 kali tapi untuk lahan sawah tadah hujan hanya bisa menanam padi saat awal musim hujan, hanya bisa ditanami tanaman padi 1 kali selama setahun.

Hasil panen dari total luas lahan sawah irigasi tehnis dan sawah tadah hujan tentunya bisa diestimasi berapa total panen gabah yang bisa dihasilkan selama satu tahun termasuk juga bisa mengestimasi total berasnya, sehingga bisa diperkirakan apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 265 juta jiwa.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah jika estimasi hasil panen tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk 265 juta jiwa, apa yang Pemerintah harus lakukan ? Cara praktisnya tentu Pemerintah melakukan import beras, faktanya Indonesia setiap tahun selalu import beras terutama dari Thailand dan Vietnam.

Menanan Padi di Lahan Kering Milik Pemerintah

Di beberapa daerah di Indonesia, kearifan lokal menanam padi gogo di lahan kering masih tetap di lestarikan, varietas lokal sangat banyak, saat ini ada beberapa benih padi gogo bukan hanya beras merah saja, varietas padi gogo beras putih juga sudah bahkan berumur pendek seperti varietan padi sawah berumur 110 hari

Lahan kering cocok untuk ditanami padi gogo karena siklus hidup padi jenis tersebut tidak memerlukan air berlimpah, padi gogo memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional menuju swasembada beras yang juga sebagai program Pemerintah. Keberadaan lahan kering bisa dijadikan sebuah solusi untuk mengoptimalisasi lahan kering sebagai pengganti lahan sawah yang saat ini semakin berkurang luasnya dan juga sudah terkonversi.

Pemerintah Perlu Melakukan

Pemerintah perlu mendata luas lahan kering dan lahan tidur yang dimiliki oleh Pemerintah yang ada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Inhutani dan Perhutani. Di data luasnya termasuk keberadaan masyarakat yang hidup di sekitar lahan tersebut yang akan diberdayakan untuk menanam padi gogo.

Jika data luas lahan sudah dimiliki oleh Pemerintah, Pemerintah perlu melakukan pemberdayaan, seperti cara budidaya menanam padi, mengajarkan cara pembuatan Pupuk Hayati/Mikroba agar tanah subur, menyediakan traktor tangan, benih padi, pupuk NPK sebagai pupuk dasarnya agar hasil panen bisa berlimpah.

Saya prediksi ada jutaan lahan kering dan lahan tidur yang selama ini belum diberdayakan, jika Pemerintah ingin meningkatkan hasil panen beras dgn memanfaatkan SDA dan SDM petani, tentu swasembada beras bisa tercapai tanpa harus melakukan import beras termasuk juga tanpa harus mencetak sawah di lahan gambut.


Tonny Saritua Purba, SP (Fungsionaris Partai olkar Kota Bogor)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.