12 Juli 2020
Metode Pertanian Ekologis Bermanfaat Bagi Petani, Pemerintah, Alam Dan Manusia
  Nyoman Suardhika
  11 Juni 2020
  • Share :
Credit Gambar/ Istimewa

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com- Pertanian ekologis adalah model pengelolaan ekosistem pertanian dimana konservasi keanekagaman hayati dan layanan ekosistem mampu berjalan seiring dengan produksi pangan dan keberlanjutan penghidupan.

Hal ini semakin relevan ketika dunia termasuk Indonesia dihadapkan pada beberapa tantangan besar, seperti pemenuhan kebutuhan pangan bagi pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang semakin besar, adanya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat kususnya bagi petani padi, penurunan daya dukung ekologis akibat kerusakan lingkungan dan sumberdaya alam termasuk kerusakan keanekaragaman hayati, adanya perubahan iklim yang menuntut kebutuhan untuk mitigasi dan adaptasi dalam situasi iklim yang penuh ketidakpastian.

Pertanian ekologis merupakan pendekatan pertanian untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup, dengan pemanfaatan keanekaragaman tanaman, serangga dan mikroba dalam praktek serta memperbaiki sumberdaya ekologis pertanian yang rusak akibat praktek pertanian intensif yang kaya akan input kimia seperti pupuk kimia, insektisida, herbisida dan fungisids

Pertanian Ekologis

Memakai Pupuk Hayati (dibuat dari bahan yang ada di sekitar petani), menghidupkan kembali kehidupan mikroba yg ada di dalam tanah, meminimalisir pemakaian pestisida bahkan tanpa pestisida, ekosisten mikroba yang ada di dalam tanah mampu mengendalikan hama penyakit tananan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur serta tanah akan subur lestari

Dampak Bagi Petani

Modal bertani sangat murah karena pemakaian Pupuk Kimia hanya 50% dari rekomendasi Litbang Kementan, biaya pemakaian Fungisida tidak ada, biaya untuk pemakaian Insektisida diperlukan jika ada hama saja, keuntungan petani padi jauh lebih besar dan petani lebih sejahtera

Dampak Bagi Pemerintah

Mampu menghemat anggaran subsidi pupuk kimia dana APBN di Kementan sampai 50%, subsidi pestisida bisa ditekan sampai 75% bahkan untuk subsidi fungisida tidak perlu lagi (0%)

Dampak Bagi Manusia

Beras jika dikonsumsi jauh lebih menyehatkan karena nasi putih yang dikonsumsi terhindar dari pemakaian insektisida, fungisida dan herbisida

Dampak Bagi Alam

Kehidupan mikroba di dalam tanah seimbang kembali, tanah subur lestari yang akan kita diwariskan kepada anak cucu.


**Tonny Saritua Purba, SP (Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.