Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Elon Musk, Manusia Abad Ini?
  Nyoman Suardhika   03 Januari 2022
Credit Photo / San Benito News
masa depannya sendiri, dan menggapai puncak kehidupan.

Apapun yang bisa dikatakan tentang berbagai kelemahan Amerika saat ini, ekosistem yang terbuka pada semua orang seperti itu adalah sebuah kekuatan yang belum tertandingi oleh negeri mana pun.

Sebagai manusia, dengan tubuh lumayan tinggi, agak berisi, plus rambut yang kadang dicukur cepak, Elon Musk sebenarnya agak sederhana. Ketika tampil ke depan umum, dia biasanya hanya memakai celana jins dan kaos oblong. Dia terkadang berhari-hari tidur di sofa pabrik Tesla di California, terlibat langsung mencari solusi teknis bersama kaum insinyur lainnya. Sampai saat ini dia masih menginap beberapa hari dalam seminggu di trailer kaum pekerja di Boca Chica, kota kecil di ujung paling selatan Texas – tempat ini dia sebut techno monastery, biara kaum teknolog – di mana tim SpaceX membuat roket generasi terakhir, Starship.   

Dia memiliki jet pribadi dan helikopter. Tapi buat dia “kendaraan” ini adalah sebuah keniscayaan untuk terlibat aktif dalam proses produksi Tesla yang tersebar di tiga benua, sambil menyediakan waktu memadai untuk merawat enam anaknya (putranya yang bungsu masih berusia 18 bulan). Ruang kantornya sendiri hanyalah sebuah sudut yang berbentuk cubicle di Hawthorne, Los Angeles, markas SpaceX. Dia bekerja praktis tujuh hari dalam seminggu.

Kemampuan hidup spartan ini mungkin terbawa dari masa kecilnya yang sulit di Pretoria, Afrika Selatan. Sejak usia tiga tahun ibunya sudah memanggil dia dengan sebutan boy genius, namun ayahnya agak brutal – sampai sekarang dia tidak lagi berhubungan dengan sang ayah. Karena itu, dia tumbuh hingga masa remaja dalam dunia dan imajinasi yang dibangunnya sendiri, khususnya di bidang komputer.

Selain komputer, dia juga sering tenggelam dalam bacaan dari berbagai penulis kegemarannya, antara lain Isaac Asimov dan JRR. Tolkien. Saat remaja, dia mulai berkenalan dengan dunia filsafat, lewat Nietzsche dan Schopenhauer – saat ini, buku yang menjadi favoritnya adalah dua karya Walter Isaacson (biografi Benjamin Franklin dan Steve Jobs).

Pengalaman masa kecil dan remaja ini menumbuhkan dalam diri Elon Musk daya tahan, resilience, serta kemampuan intelektual yang luas dan mendalam bagi anak seusianya. Hal inilah yang menjadi modal dia ketika meninggalkan Afrika Selatan, pertama ke Kanada dan kemudian ke AS.  

Kisah sukses dia setelah itu adalah cerita klasik anak muda inventor yang jatuh bangun dalam dunia penciptaan dan disrupsi. Setelah sukses dengan Zip2 dan Paypal – dua perusahaan yang mengawali era business mapping dan fintech – dia kemudian mempertaruhkan segalanya untuk mengejar mimpi masa kecilnya, dengan mendirikan perusahaan roket luar angkasa, SpaceX (2002) dan mobil listrik, Tesla (2003).  

Saat Elon Musk memulai kedua usaha baru ini, hampir semua orang mencibir dan menganggap dia agak gila. Dia sendiri berkata bahwa “my chance of success was probably less than ten percent, but what the heck, I’d do it anyway.”

Industri mobil dunia didominasi oleh perusahaan raksasa yang sudah malang-melintang lebih seabad, seperti GM, Ford, Daimler-Benz, Toyota. Di Amerika Serikat, perusahaan mobil “termuda” lahir hampir seabad silam, Chrysler (1925). Dengan jutaan pekerja, puluhan ribu insinyur, dan rantai produksi global, industri ini bagaikan benteng kokoh yang hidup dalam dunianya sendiri, tak mungkin ditembus oleh pemain baru dari mana pun, apalagi oleh sebuah perusaan startup kecil seperti Tesla yang waktu itu hanya didukung oleh sebuah konsep plus sekian juta

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.