Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Catatan Awal Tahun Ketua MPR RI: Fokus Pada Stabilisasi Harga Sembako
  Bambang Soetiono   12 Januari 2022

Oleh: Bambang Soesatyo*

kabargolkar.com, JAKARTA - Kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan
pokok menjadi ‘hadiah’ tahun baru 2022 yang tentu saja menyesakan dada. Gejolak harga terjadi karena manajemen pengawasan dan pengendalian stok tidak bekerja efektif, sehingga gagal menghadirkan kebijakan antisipatif.


Fluktuasi harga selalu dan pasti ada penyebabnya, termasuk fluktuasi harga kebutuhan pokok. Turun-naik harga itu tidak tiba-tiba, melainkan terbentuk dari sebuah proses yang dipahami sebagai dinamika pasar. Faktork-faktor yang lazim mempengaruhi dinamika di pasar antara lain ketersediaan bahan baku, biaya produksi, faktor gangguan distribusi, soal efektivitas manajemen stok, gangguan alam hingga perilaku menyimpang pedagang besar (penimbunan) atau spekulasi. 

Jika dinamika pasar itu diamati dan dipelajari dengan seksama secara berkelanjutan, gejolak harga pasti bisa dikendalikan. Kenaikan harga boleh jadi tidak bisa dihindari, tetapi tetap pada skala kenaikan yang moderat dan bisa ditoleransi  oleh konsumen. Masyarakat akan segera bereaksi  jika skala kenaikan harganya sudah berada di luar batas kewajaran.

Jangan lupa, dalam konteks gejolak harga kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia itu sarat pengalaman. Sebab, di tahun-tahun terdahulu, kenaikan harga kebutuhan pokok pun pernah terjadi. Biasanya rutin terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan. Faktor penyebabnya pun kurang lebih sama dengan yang terjadi sekarang ini. Masyarakat juga pernah mengalami gejolak harga karena faktor spekulasi. Jadi, ada faktor pengalaman yang bisa dipelajari.

Tanda-tanda gejolak harga beberapa komoditas kebutuhan pokok mulai terlihat dan dirasakan masyarakat sejak November 2021. Saat itu, harga minyak goreng curah dan kemasan, cabai-cabaian, dan telur ayam ras, ayam potong dan tomat mengalami kenaikan cukup signifikan.

Situasi di pasar terlihat belum berubah saat memasuki pekan kedua Januari 2022. Ada gejala eskalasi masalah, karena harga beberapa komoditas pangan lainnya serentak naik. komoditas yang juga mengalami kenaikan meliputi bawang merah ukuran sedang, bawang putih ukuran sedang, gula pasir kualitas premium hingga hingga gula pasir lokal.

Karena menyangkut hajat hidup semua orang, gejolak harga sembako selalu menjadi isu sensitif. Karenanya, jangan pernah sekali-kali menyederhanakan masalah ini. Gejolak harga kebutuhan pokok masyarakat sekarang ini sudah mengundang reaksi dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ketika kedua pemimpin sudah menanggapi masalah ini, menjadi pertanda bahwa masalahnya sudah mendesak untuk segera diatasi.  

Lembaga dan kementerian terkait harus bekerja lebih keras. Tanggapan presiden dan wakil presiden harus dimaknai sebagai dorongan kepada para menteri untuk segera menstabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat.  

Apalagi, menyikapi naiknya harga minyak goreng, sudah muncul sindiran kepada pemerintah. Kenaikan tajam harga minyak goreng di dalam negeri dinilai sebagai ironi karena Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Harganya jauh lebih mahal dibanding negara tetangga.

Selain itu, para produsen minyak goreng diasumsikan tidak patuh pada HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan pemerintah. Hingga Minggu (9/1), harga minyak goreng dijual pada kisaran Rp 19.000 sampai Rp 24.000 per kilogramnya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.