Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Tonny Saritua Purba : Siapakah yang Hidupnya Miskin, Apakah Buruh Tani, Petani Penggarap, Petani, Petani Pemilik Lahan atau Pengusaha Tani ?
  Nyoman Suardhika   01 Oktober 2022
Gredit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Indonesia adalah negara agraris, di mana mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia terutama di Desa hidupnya dari usaha tani, lahan pertanian yang subur terbentang di sepanjang nusantara sebagai tempat untuk bercocok tanan. Dan yang pasti pekerjaan bertani adalah pekerjaan mulia, nasi setiap hari tersedia di atas meja makan adalah hasil kerja keras petani sehingga kita bisa makan nasi setiap hari.

Petani adalah warga negara Indonesia baik pribadi atau beserta keluarganya yang melakukan usaha tani di bidang pertanian, baik untuk komoditi tanaman pangan, sayuran, hortikultura, perkebunan ataupun peternakan.

Pertanyaan sekarang adalah bagaimana defenisi untuk buruh tani, petani penggarap, petani, petani pemilik lahan dan pengusaha tani ?

Buruh tani adalah seseorang yang bekerja di bidang pertanian dengan cara melakukan pengelolaan tanah yang bertujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri atau menjualnya kepada orang lain. Buruh tani bekerja untuk lahan pertanian milik petani pemilik lahan atau orang lain yang memiliki lahan pertanian dengan upah atau pembagian hasil panen dari sang tuan tanah.

Petani penggarap merupakan petani yang bekerja di lahan pertanian milik petani pemilik lahan atau orang lain pemilik lahan dengan bayaran uang ataupun hasil tani saat panen tiba. Pada dasarnya, petani penggarap sama saja dengan petani biasa pada umumnya, namun yang membedakan hanyalah lahan pertanian tempat petani tersebut bekerja, lahan pertaniannya bukan milik petani penggarap.

Pengusaha tani adalah kegiatan dalam bidang Pertanian, mulai dari pengolahan lahan, menyediakan sarana produksi, budi daya, penanganan pascapanen, pengolahan, distribusi dan pemasaran.

Selama ini yang dapat kita amati adalah kebanyakan petani hidup di bawah garis kemiskinan dan kemampuan, padahal sesungguhnya petani bukan tidak mungkin untuk hidup sejahtera dan maju, kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik lagi dari kehidupan sebelumnya. Jika ada kesempatan dan dorongan, maka petani sesungguhnya dapa belajar dan menambah pengetahuan lebih banyak lagi sehingga petani bukan hanya terampil menanam saja tapi masuk ke bidang sales dan distribusi, jika petani mau belajar tentu kesejahteraan bisa diraih.

Kesempatan ini sangat terbuka bagi generasi milenial dengan era tehnologi, pemasaran bisa lewat jaringan dan on line.

Pertanyaan terakhir dari ulasan di atas, dari beberapa defenisi yang sudah dijelaskan, siapa sebenarnya yang hidupnya belum beruntung atau masih hidup di bawah garis kemiskinan ?


Penulis :
Ketua Bidang Tani dan Nelayan Dewan Pimpinan Nasional SOKSI

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.