Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Pidato Bahlil di Munas Golkar: Bukan Sekadar Raja Jawa
  Irman   23 Agustus 2024
M. Fajar Rillah Vesky, Anggota DPRD dari Golkar

Oleh:

M. Fajar Rillah Vesky

Anggota DPRD dari Golkar

 

Pergi ke toko membeli nasi 

Dijual
pedagang dari Minang 

Saya datang membawa misi

Untuk membawa Golkar menang

 

Itu pantun yang diucapkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sesaat sebelum terpilih secara aklamasi, sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar,  Selasa (21/8). Sayang, pantun Bahlil, juga gagasannya untuk Partai Golkar lima tahun mendatang, tenggelam karena candaan politiknya tentang Raja Jawa.

"Jadi kita harus lebih paten lagi, soalnya Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu," ujar Bahlil seperti dikutip dari  sejumlah media daring.

Sebelum menyampaikan candaan politik tentang Raja Jawa, Bahlil berkisah banyak hal. Mulai kisah kekalahannya dari Dave Laksono, dalam pemilihan Ketum AMPI, organisasi yang didirikan Partai Golkar. Sampai kesulitannya masuk pengurus DPP Partai Golkar. Hingga Bahlil memilih fight di HIPMI. Organisasi mengantarnya jadi Menteri Investasi.

Bahlil juga menukilkan kisah para tokoh yang pernah menjadi Ketum Golkar sejak reformasi. Bahlil memulai dari 2004. Ketika Golkar yang terpuruk di titik nadir kembali menjadi pemenang Pemilu. "Bang Akbar Tanjung, tokoh fenomenal. Mampu membalikkan kondisi partai yang terpuruk pasca reformasi, menjadi partai pemenang," katanya.

Apa yang terjadi kemudian, lanjut Bahlil, dalam Munas Partai Golkar di Bali, Akbar Tanjung fight dengan Jusuf Kalla (JK), putra Makasar yang sumando urang awak. "Pak JK menang. Pak JK menang pun karena dekat pemerintah. Beliau wakil presiden. Pak SBY adalah presidennya," kata Bahlil.

Dia menyebut, begitu selesai atau begitu masa jabatan JK berakhir, muncul Aburizal Bakrie Fight dengan Pak Surya Paloh. "Pak Surya Paloh pasti dapat dukungan Pak JK. Tapi Pak JK sudah selesai jadi wapres. Pak Ical didukung Pak SBY. Dan kemudian, Pak Ical juga menang," kata Bahlil.

Setelah Pak Ical selesai, sambung Bahlil, muncul Pak Setnov (Setya Novanto) lewat Munaslub. Waktu itu, posisi Pak Novanto sebagai Ketua DPR, dekat dengan Pak Jokowi. "Alhamdulillah, juga menang. Begitu selesai, kemudian, zamannya Pak Airlangga. Pak Airlangga, juga menang. Karena, dekat dengan Presiden Jokowi sebagai Menteri Perindustrian," tutur Bahlil.

Kemudian, Bahlil menceritakan dirinya yang menjadi kompetitor dalam Munaslub Golkar 2024  "Mazhab saya sebenarnya mazhab kompetisi. Karena memang sejak lahir, untuk berjuang mendapatkan sesuatu rezeki, gak bisa makan saya. Pernah busung lapar waktu saya kuliah. Jadi, memang, mazhab saya, mazhab kompetisi," ujar Bahlil.

Dalam Munas XI Partai Golkar di Jakarta, Bahlil  merasa  dirinya dianggap dapat dukungan dari pemerintah. Dan menurut Bahlil, dianggap dapat dukungan itu salah. Karenanya, Bahlil sempat menanyakan, kenapa calon dahulu tak dinyatakan salah? Kenapa dia dinyatakan salah? Apa yang membuat seperti itu?

"Apakah memang, saya kader dari ufuk timur, yang bukan anak siapa-siapa di Jakarta ini? Apakah memang, pengurus DPD 1 Golkar se-Indonesia tak boleh mencalonkan diri sebagai Caketum DPP Golkar?" kata Bahlil.

Bahlil berpendapat,  lewat sebuah pemikiran besar, Golkar dilahirkan sebagi instrumen politik pemerintah dalam pembangunan bangsa

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.