Kabar Golkar

Pidato Bahlil di Munas Golkar: Bukan Sekadar Raja Jawa

Oleh · · Opini

M. Fajar Rillah Vesky,  Anggota DPRD dari Golkar
M. Fajar Rillah Vesky, Anggota DPRD dari Golkar

Kemudian, Bahlil menceritakan dirinya yang menjadi kompetitor dalam Munaslub Golkar 2024  "Mazhab saya sebenarnya mazhab kompetisi. Karena memang sejak lahir, untuk berjuang mendapatkan sesuatu rezeki, gak bisa makan saya. Pernah busung lapar waktu saya kuliah. Jadi, memang, mazhab saya, mazhab kompetisi," ujar Bahlil.

Dalam Munas XI Partai Golkar di Jakarta, Bahlil  merasa  dirinya dianggap dapat dukungan dari pemerintah. Dan menurut Bahlil, dianggap dapat dukungan itu salah. Karenanya, Bahlil sempat menanyakan, kenapa calon dahulu tak dinyatakan salah? Kenapa dia dinyatakan salah? Apa yang membuat seperti itu?

"Apakah memang, saya kader dari ufuk timur, yang bukan anak siapa-siapa di Jakarta ini? Apakah memang, pengurus DPD 1 Golkar se-Indonesia tak boleh mencalonkan diri sebagai Caketum DPP Golkar?" kata Bahlil.

Bahlil berpendapat,  lewat sebuah pemikiran besar, Golkar dilahirkan sebagi instrumen politik pemerintah dalam pembangunan bangsa. Maka menurut hemat Bahlil, Golkar harus kembali ke khittah perjuangannya: sebagai doktrin karya kekaryaan dan suara rakyat adalah suara Golkar.

 

Gagasan Besar Bahlil Untuk Golkar

Dalam perspektif  doktrin karya kekaryaan dan suara rakyat adalah suara Golkar, Bahlil menyampaikan sejumput gagasan besarnya. Dia yakin,   Golkar ke depan, untuk bisa melakukan tranformasi, harus tetap berpijak pada cita-cita dalam platform perjuangan memperkokoh semangat karya kekaryaan. 

Partai Golkar tak boleh  berhenti  melaksanakan pembaharuan dan pembangunan. Untuk itu, dalam kepemimpinan   lima tahun ke depan, Bahlil mengaku akan dipandu sejumlah visi. Diantaranya, transformasi  Golkar menjadi partai politik modern yang solid, mengakar, untuk menuju kemenangan. 

Dalam konteks bisa menang ini, Bahlil membagi menjadi dua faktor: internal dan eksternal. Bahlil menyebut, saat dulu  masuk menjadi kader Golkar, masih mengenal apa yang disebut karakterdes. 

Bahlil tak tahu, apakah sekarang   karakterdes itu masih ada atau tidak. Yang jelas, menurut Bahlil, dalam karakterdesn kader Golkar diajarkan  tata kelola organisasi dan konsolidasi organisasi. Ada mekanisme dalam pengambilan keputusan.

Tag: Bahlil,, MunasGolkar,, RajaJawa,, FajarRillah