Gagasan Besar Bahlil Untuk Golkar
Dalam perspektif doktrin karya kekaryaan dan suara rakyat adalah suara Golkar, Bahlil menyampaikan sejumput gagasan besarnya. Dia yakin, Golkar ke depan, untuk bisa melakukan tranformasi, harus tetap berpijak pada cita-cita dalam platform perjuangan memperkokoh semangat karya kekaryaan.
Partai Golkar tak boleh berhenti melaksanakan pembaharuan dan pembangunan. Untuk itu, dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, Bahlil mengaku akan dipandu sejumlah visi. Diantaranya, transformasi Golkar menjadi partai politik modern yang solid, mengakar, untuk menuju kemenangan.
Dalam konteks bisa menang ini, Bahlil membagi menjadi dua faktor: internal dan eksternal. Bahlil menyebut, saat dulu masuk menjadi kader Golkar, masih mengenal apa yang disebut karakterdes.
Bahlil tak tahu, apakah sekarang karakterdes itu masih ada atau tidak. Yang jelas, menurut Bahlil, dalam karakterdesn kader Golkar diajarkan tata kelola organisasi dan konsolidasi organisasi. Ada mekanisme dalam pengambilan keputusan.
Karena itu, Bahlil menegaskan, dalam konsolidasi organisasi ke depan, tidak hanya dilakukan lewat DPP. Tapi juga konsolidasi tingkat kecamatan, desa, kabupaten, dan provinsi.
Pendek kata, Bahlil ingin, konsolidasi partai di daerah harus terjadi. Partai ini harus menjadi platform perjuangan. Menjadi pelopor pembuat ide. Dan itu sudah terjadi sejak lama.
Bahlil pun berjanji kepada peserta Munas dan Rapimnas Partai Golkar, insyallah jika terpilih sebagai ketua umum, dia akan datang ke seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Karena menurut Bahlil, yang tahu susahnya daerah itu hanya kader yang pernah berproses dari daerah.
Bahlil menegaskan pula, bahwa mekanisme pengambilan keputusan partai, tidak boleh dibuat hanya oleh sekelompok orang. Karena, PO, AD/ART, Juklak, Juknis, semua sudah ada. "Jangan sampai orang Papua bilang: tulis lain, baca lain, bikin lain. Saya jujur, tidak seperti itu," katanya.
Ke depan, Bahlil inginkan Golkar jadi bagian dari instrumen dinamika berpolitik. Karena tokoh-tokoh Golkar, luar biasa kecerdasan politiknya. Jangankan kader Golkar, _office boy_ di Slipi, punya kemampuan politik lebih tinggi dari pada kader partai baru yang muncul.
Sebab itu pula, menurut Bahlil, _database_ pengkaderan harus jalan. Harus sesuaikan dengan perkembangan zaman. Apalagi, kini ada sosmed . Sudah ada IT .Ini yang Golkar harus adaptif. Karena tantangan pada 2029 nanti, jumlah pemilih usia 17 sampai 50 tahun, mencapai 72 persen.
"Market kita di situ. Jadi, kalau kita tak mampu melakukan penyesuaian. Dalam rangka meraih pikiran mereka dan simpati merekan. Maka kita tidak bisa menjadi partai yang lebih baik dari sekarang. Karena penentuan pemilih itu adalah mereka sendiri," kata Bahlil.
Dalam perspektif potensi pemilih usia 17 sampai 50 tahun yang mencapai 70 persen pada Pemilu 2029, Bahlil ingin membagi kepengurusan Golkar, menjadi tiga bagian besar ke depan. Pertama, struktur yang membidangi organisasi dan kepartaian. Kedua, struktur yang membidangi pemenangan Pemilu. Karena ujungnya adalah Golkar harus mendapatkan bagian dari pada effect electoral. Dan ketiga, struktur yang mempublikasikan.
"Nah mungkin, kita bikin, pokja-pokjanya banyak. Saya juga izin dalam forum ini, mau menyampaikan, pengurusnya tidak usah banyak. Di bawah 100. Karena semakin banyak pengurus, bukan kita pikirkan program, kita malah pikirkan pengurus," tukas Bahlil.
Bahlil ingin membuat struktur pemenangan pemilu yang terukur. Ada bidang millenial. Ada bidang pertanian. Ada bidang enterpreneur. Dan macam-macam. Ini yang akan